Hari Rabu Milik BangJo

Jakarta, 24 Februari 2016




Ingin menuliskan selamat pagi, tapi takut kamu membaca saat tak ada lagi matahari.
Ingin menuliskan selamat malam, tapi matahari belum pergi.
Maka, ku ucapkan selamat ulang tahun kepadamu, karena hari ini adalah hari Rabu,
Hari milik mu.


2 tahun lalu pernah juga aku mengirimkan surat cinta berisikan ucapan selamat ulang tahun bukan berisikan kata cinta di dalamnya. Sebab aku tak pernah sampai mencintai mu, hanya sampai terjatuh. Kemudian, tak ku teruskan lagi rasa itu. Hahahaha. 

Halo, BangJo! Ingin menanyakan kabar, tapi ku yakin kamu baik-baik saja. Sebagai lelaki yang tak lagi terbilang remaja, aku tahu kamu sangat pandai menjaga diri pun menjaga hati. Memiliki hati yang terkunci rapat, tak dapat membuat perempuan mudah untuk memasukinya. Terkecuali kamu sendiri yang mempersilahkannya. 

Baiknya aku bertanya di mana kah keberadaan mu saat membaca surat ini? Apakah berada di kota yang sama dengan kota saat surat ini diketikan?
Pertanyaan selanjutnya, sedang sibuk apa? Masihkah memiliki kesibukan mengurus acara-acara di stasiun televisi? 
Di manapun kamu berada, apapun yang kamu lakukan, semoga itu menjadi pijakan langkah-langkah mu dalam menyusun masa depan.

Perihal cinta, apakah hati mu kini sudah berpenghuni? Apakah penghuninya menetap atau hanya sekedar singgah? Sebenarnya tak begitu terlalu ingin mengetahui jawabannya. Ingin ku adalah menerima selembar kertas undangan berisikan namamu dan dia yang beruntung. Semoga dia yang beruntung adalah dia yang dapat menikmati sifat manjamu dan menjadi teman perjalanan menghabiskan sisa usia.

Apapun yang terjadi hari ini, apapun yang menjadi doa hari ini, semoga semua menjadi paketan kebahagian yang diberikan oleh Tuhan. Bertambahnya usia semoga mejadi pembelajaran baru yang mengajarkan bahwa hidup selalu butuh perjuangan, tak dapat dinikmati dengan hanya ribuan harapan. 

Selamat berjuang di umur baru, BangJo! Setelah semesta merasa cukup dan puas akan perjuanganmu, semoga dibalas dengan bingkisan indah yang tak pernah dibayangkan.




Salam manis,

Ara

Komentar

  1. Meskipun tak terbaca, seenggaknya cukup menghilangkan rasa resah :)

    BalasHapus
  2. Wuah. baru baca surat ini... Aku ikut mengaminkan segala doa baik yang dipanjatkan. Terimakasih Ara.

    Btw beberapa pertanyaan di atas, akan terjawab saat berjumpa ya :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selesaikan dulu sibuknya bangJo, berjumpanya dapat diselipkan di sela-sela waktu :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tersadar

Penasaran

Untuk Akhir yang Bahagia