Setelah itu
Sebelumnya, aku pernah bersama dengan seseorang dalam kurun waktu yang cukup lama. Kita (ya dulu kata itu masih bisa mengawakili aku dan dia) tak pernah sehari pun tak menghabiskan waktu untuk tertawa bersama, tak pernah sedetik pun tak saling bertukar kabar, tak pernah semenit pun tak mendengar suara walaupun hanya lewat sebuah alat komunikasi. Aku dan dia, bagaikan tak akan pernah terpisahkan sekalipun kami tak hidup dalam raga yang sama. Sampai akhirnya semua usai begitu saja. Bagai debu yang ditiup angin yang berhembus, semua hilang tanpa bekas seperti tanpa pernah terjadi apa-apa. Cinta? Aku mulai apatis dengannya. Butuh waktu, bukan hanya itu. Aku juga harus bisa bersahabat dengan keadaan. Keadaan dimana segalanya sudah nampak berbeda. Hampir 365 hari aku tak bersama siapapun. Banyak yang s...