Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Setelah itu

          Sebelumnya, aku pernah bersama dengan seseorang dalam kurun waktu yang cukup lama. Kita (ya dulu kata itu masih bisa mengawakili aku dan dia) tak pernah sehari pun tak menghabiskan waktu untuk tertawa bersama, tak pernah sedetik pun tak saling bertukar kabar, tak pernah semenit pun tak mendengar suara walaupun hanya lewat sebuah alat komunikasi. Aku dan dia, bagaikan tak akan pernah terpisahkan sekalipun kami tak hidup dalam raga yang sama. Sampai akhirnya semua usai begitu saja. Bagai debu yang ditiup angin yang berhembus, semua hilang tanpa bekas seperti tanpa pernah terjadi apa-apa.                                   Cinta? Aku mulai apatis dengannya.          Butuh waktu, bukan hanya itu. Aku juga harus bisa bersahabat dengan keadaan. Keadaan dimana segalanya sudah nampak berbeda. Hampir 365 hari aku tak bersama siapapun. Banyak yang s...

Untuk kali ini, jangan lagi

Aku pernah, bersama untuk waktu yang lama, lalu berpisah Untuk kali ini, jangan lagi.. Aku pernah, nyaman berada daalam satu pelukan, akhirnya dilepaskan Untuk kali ini, jangan lagi.. Aku pernah, bermanja-manja dalam tawa, berakhir dalam tangisan Untuk kali ini, jangan lagi... Aku pernah, berdoa agar bisa selalu bersama, tapi tak dikabulkan Untuk kali ini, tolong kabulkan........ Tak mudah berpisah dari seseorang yang telah bersama dalam ribuan hari Tak mudah memulai dari awal kembali perkenalan yang teramat asing Tak mudah melepaskan pelukan yang padahal disana sudah teramat nyaman Tak mudah menggenggam jemari yang baru yang hangatnya tak lagi sama Tapi itu semua telah ku lalui.... Bersamanya ku mulai lagi, untuk menjalani ribuan hari Bersamanya ku mulai perkenalan ku, yang tanpa langsung bertatap muka Bersamanya ku mulai menyamankan diri, dalam pelukannya Bersamanya kini jemari ku terisi, tak lagi ada ruang kosong yang dingin. Untuk kali...

Jakarta tak lagi sama (?)

          Dimulai dari abang gondrong yang dulu berjualan kue pukis keliling, sekarang jualan cakwe. Lalu siomay bandung yang hampir tiap hari lewat depan rumah, dulu bentuk siomaynya kotak tidak rata, sekarang bulat sempurna. Jakarta tak lagi sama. Banyak yang berubah yang sebenarnya tak berubah. Abang gondrong yang kini berjualan cakwe padahal dulu jualan pukis, sebenarnya tak berubah, toh ia masih tetap mencari uang dengan berjualan makanan. Bentuk siomay, yang dulu kotak gak jelas dan sekarang bulat sempurna, hanya bentuknya saja yang berubah, rasanya tetap sama, masih enak. Beberapa hal memang nampaknya saja berubah tapi sebenarnya, tidak. ...................................................           Lalu bagaimana dengan kehidupan seorang gadis di ibu kota ini? Hampir setengah tahun kakinya tak menginjak ke tanah basah Jakarta, dan ketika ia pulang, semuanya berubah. Tak ada lagi rumah tempat kemana ia harus pulang. Kini ...

Kalau kamu perempuan dan anak pertama.... Kita Sama!

"Nambah adik 1 lagi. Tadinya punya adik cuma 1, tapi sekarang jadi 4. Papah sama ibu umurnya makin tua, sayang aja sih kalau gak bisa jadi anak dan kakak yang baik....." Kira-kira kayak gitu lah tweet yang gue post di twitter gue. Ya tiba-tiba kepikiran aja, sejak lahirnya little Dara 18 mei kemarin, adik gue nambah satu. Jadi ya................... ..............................................................           Sebelumnya saya anak pertama, sampai ketika usia saya 4 tahun, lahirlah seorang anak laki-laki dari rahim mama Anida, ya itu awal mula saya jadi kakak. Perhatian mama saya mulai terbagi, tidak sepenuhnya untuk saya lagi seperti sebelum saya punya adik. Tidak cuma perhatian mama, perhatian papa saya pun mulai terbagi. Tapi tidak masalah bagi saya, sebab kini saya punya teman bermain, setidaknya tidak kesepian di rumah. Lalu kami sama-sama tumbuh besar, sampai akhirnya ketika saya kelas 4 SD, mama memberitahukan bahwa beliau hami...