Menerima Dan Berkasih

Jakarta, 8 Februari 2016




Hari ini adalah hari pertama. Aku menapaki kaki di keadaan serba baru. Seperti katamu, aku pasti bisa dan kau yakin aku akan mampu beradabtasi. Bermodal dengan keyakinan mu, ku lapangkan hati dan rela menerima semua yang tlah disediakan Tuhan.

Sebab aku terlalu lelah untuk lagi dan lagi berontak. Aku terlalu bosan untuk lagi dan lagi mengeluh. Oleh karna itu, ku putuskan untuk bersyukur. Tak ada salahnya mengalah dengan Tuhan. Tokh, Ia yang menjamin segala-galanya yang ada di bumi.

Terimakasih, atas keyakinan mu pada diri ku yang mana diri ku sendiri pun meragukan.
Terimakasih, atas semangat yang kau berikan, kepada diri yang hampir saja ingin menyerah pada kehidupan.
Terimakasih, atas kalimat-kalimat penuh kehangatan yang kau berikan sehingga mengalir energi positif dalam tiap aliran darah.

Terimakasih, surat ini ku tuliskan secara singkat, meski tak ada kata cinta di dalamnya.




Untuk mu,


Yang belum lagi ku temui.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tersadar

Penasaran

Untuk Akhir yang Bahagia