Seminggu
Perjalanan ku dimulai, aku akan kembali menapaki kaki pada kota, yang di mana untuk pertama kali, kamu berucap cinta. Aku bersemangat. Seakan-akan menunggangi kuda, aku berpacu dengan cepat. Di dalam kereta, semua berisi tentang kamu, tentang rindu dan temu. Aku berdoa dalam-dalam. Oh, Tuhan inikah hasil dari benih rindu yang berbulan-bulan kemarin tlah ku tanam? Sebuah bahagia, yang perlahan-lahan tumbuh dan akan segera mekar. Sederhananya bahagia ku, kamu datang menyambutku, dengan kedua tangan membentang, mempersilahkan ku untuk datang, dalam peluk mu yang telah ku bayangkan. Aku tak pernah meminta lebih, tak ada ingin ku untuk berjalan di atas karpet merah menuju singgasana mu. Ingin ku, hanya, mendengar suara mu menyerukan kalimat "Akhirnya kau datang" ......... Kaki tlah menginjak pada tanah kota yang mempertemukan kita. Kita, yang mana dulu di tiap celahnya, membuat kenangan agar orang-orang dapat melihat, bahwa cinta kita banyak, bahwa kita menyeb...