Untuk Akhir yang Bahagia

Sebelum 2018 benar-benar selesai, benar-benar habis.....



6 bulan dari 12 bulan yang ada pada 2018 ku habiskan hanya dengan seorang lelaki yang ku pikir sampai malam ini masih bisa ku miliki, tapi ternyata tidak. Sampai tulisan ini selesai ku ketik, sampai tulisan ini kalian baca kata demi kata, ku nyatakan bahwa tak ada lagi ia di hatiku, sudah ku maafkan, sedang ku usahakan untuk benar-benar tak ada lagi bahkan bayangnya sedikit pun di pikiran. Terima kasih, Masbay! Terimakasih atas 6 bulan indah hampir sempurna di tahun ini. Terima kasih, karena belum terlambat dan belum terlalu jauh aku menaruh hati padamu. Terima kasih atas segala kejujuran yang meski menyakitkan. Aku sudah memaafkan diriku, karna itulah cara paling mudah untuk bangkit dari hati yang patah. Semoga kamu pun demikian, tak lagi bermain hati kepada siapapun yang benar-benar tulus pada mu. Cukup aku.


Terima kasih 2018, tahun di mana aku mendapatkan bahagia dari sumber anak-anak baik nan menyenangkan. Murid-murid yang patuh, yang di kelas serius, di luar kelas hangat seperti sahabat. Sempat meragukan diri sendiri, karna ku pikir aku tak cukup pantas untuk menghantarkan kalian ke gerbang perjalanan jauh yang akan kalian hadapi. Tapi ternyata aku salah, ketidaksempurnaan ku kalian tutupi dengan tawa di setiap hari. Terima kasih teman-teman, siap untuk melangkah lebih jauh dari rumah? Harus.


Apalagi ya. Tak banyak yang begitu berkesan di tahun ini kecuali dua hal yang sudah ku ceritakan. Yang lainnya ya sama seperti yang lain, menjalani hari dengan membuka mata saat adzan Subuh menjelang dan menutupnya ketika jam menunjukan pukul sembilan malam. Terlalu cepat tidur? Ya memang. Sebab menghabiskan waktu dengan melamun akan banyak luka yang terasa. Hehehe.

Sungguh kasihan melihat hati ku melewati tahun ini dengan kesalahan-kesalahan yang memang aku cipta sendiri. Dimulai dengan lagi-lagi terlalu baik pada orang yang salah, ditinggalkan dengan alasan yang sama seperti sebelumnya. Tapi tak apa, tak lantas hal itu menghentikan diri ku untuk berhenti jadi baik. Sebab begitu mudah untuk baik mengapa harus berusaha untuk jahat?


Untuk 2019..
Tak banyak pintaku. Hanya semoga Tuhan masih bersedia menjaga mereka yang ku sayang dan mengijinkan mereka tuk terus habiskan hari dengan ku.
Tak banyak inginku. Hanya semoga Tuhan Maha Baik tetap terus baik memberikan segala yang baik kepada ku baik pada karir ku, kesehatan ku dan kebahagaiaan ku.
Yang penting dari segala yang penting, semoga Tuhan mengijinkan ku tuk jatuh cinta lagi dengan segala harap semoga kali ini jatuh pada orang yang tepat.

Sudah.


Kita akhiri tahun ini dengan alhamdulillah dan menyambut esok hari dengan bismillah!




*****************************************
Selamat tahun baru, untuk kalian yang penuh cinta!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tersadar

Penasaran