Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Sebelum 26!

Sebelum 23, ada Sebelum 24, skip Sebelum 25, skip Ntah mengapa bisa-bisanya dua tahun skip untuk menulis padahal rencananya ini mau dijadikan ritual untuk menulis sebelum hari lahir tiba. Ah, biar kita ingat-ingat sebentar apa yang terjadi di dua tahun belakangan itu.. 24 tahun, sepertinya saat berulang tahun baru saja putus cinta, eh iya ga sih? Kayaknya sih gitu. Gak tahulah juga, sudah lupa. 25 tahun, nah sepertinya ini nih di tahun ini kemarin sebelum ulang tahun juga putus cinta. Putus melulu kok ya? Ya gimana, usaha sudah tapi ternyata semesta tidak berkata iya, maka berpisah menjadi pilihannya. Sebelum 26? Apakah malam ini saya sedang merasakan patah hati? Putus cinta? Oh tentu saja tidak. Thanks, God. Yang baru saja terjadi hari ini, sepanjang hari tadi menghabiskan waktu untuk pergi ke bioskop, menonton sebuah film yang harusnya tidak ditonton sih tapi penasaran, jadilah tetap menontonnya. Oh sebentar, sebelum 26 ini bukan patah hati yang menghampiri, tapi sebuah pe...

Penasaran

Pernah ga punya rasa ingin tahu sebegitu besarnya pada seseorang? Naksir, mereka bilang. Ntahlah kenapa bisa, padahal hanya bertemu maya. Suka. Naksir. Kepo. Kepo. Kepo. Punya pacar tidak ya? Sudah menikah belum ya? Oh masih sendiri. Baguslah. Semakin jauh langkah dapat melaju. Tapi sebagai pribadi yang mudah sekali menjadi ilfeel dengan seseorang, biasanya aku teramat hati-hati dalam melangkah. Tidak terburu-buru tapi setiap hari pasti maju. Bagiku, untuk bisa naksir duluan itu seru, ketimbang harus dikejar-kejar oleh lelaki terobsesi tetapi hanya berakhir untuk jadi koleksi. Hiyeks. Kadang sebal sendiri, kadang kesal sendiri, kadang merasa aneh sendiri, mengapa bisa sebegitu penasarannya dengan seseorang yang bahkan nampaknya tak punya ketertarikan dengan orang yang sedang mengintainya? Apa masih pantas di usia ini menjadi pemuja rahasia? Oh tentu saja tidak, oleh sebab itu belum seratus persen hari ku berisi dia. Kadang bosan juga dan merasa semua tak ada artin...

Pencarian Tempat Tuk Menangis

Membiarkan hati tuk tetap baik-baik saja padahal tidak adalah sulit. Mengapa harus menjadi apa yang sebenarnya tidak terjadi? Hobi kok membohongi diri sendiri? Memangnya kenapa bila terlihat oleh orang lain bila jatuh setetes saja air matamu? Apakah itu salah? Apakah itu kan menyakiti hati mereka? Ya tentu saja. Jadi lebih baik kamu simpan, toh bukan kali pertama diri mu menerima luka. Apa tak bosan berkaca kemudian yang terlihat mata yang tersiksa karena tak dibiarkan tuk menangis? Kenapa tidak? Apakah menangis adalah sebuah kesalahan? Harusnya tak apa, bukankah sudah biasa menyatakan dirimu salah. Sudah pernah ajak hati berdiskusi? Sudah pernah coba tawar-menawar dengan logika dan membiarkannya mengalah agar perasaan lebih berkuasa? Sudah pernah nampak tidak baik-baik saja di depan banyak pasang mata? Ku rasa tak pernah, karena kamu teramat baik tapi tidak untuk dirimu. Ntah di mana kamu berhasil menemukan tempat Tuk bercerita banyak hal tanpa menimbulkan rasa khawa...

Untuk Akhir yang Bahagia

Sebelum 2018 benar-benar selesai, benar-benar habis..... 6 bulan dari 12 bulan yang ada pada 2018 ku habiskan hanya dengan seorang lelaki yang ku pikir sampai malam ini masih bisa ku miliki, tapi ternyata tidak. Sampai tulisan ini selesai ku ketik, sampai tulisan ini kalian baca kata demi kata, ku nyatakan bahwa tak ada lagi ia di hatiku, sudah ku maafkan, sedang ku usahakan untuk benar-benar tak ada lagi bahkan bayangnya sedikit pun di pikiran. Terima kasih, Masbay! Terimakasih atas 6 bulan indah hampir sempurna di tahun ini. Terima kasih, karena belum terlambat dan belum terlalu jauh aku menaruh hati padamu. Terima kasih atas segala kejujuran yang meski menyakitkan. Aku sudah memaafkan diriku, karna itulah cara paling mudah untuk bangkit dari hati yang patah. Semoga kamu pun demikian, tak lagi bermain hati kepada siapapun yang benar-benar tulus pada mu. Cukup aku. Terima kasih 2018, tahun di mana aku mendapatkan bahagia dari sumber anak-anak baik nan menyenangkan. Murid-murid ...