Paragraf
Jakarta, 18 Februari 2016
Seperti surat sebelumnya, telah dijelaskan kepada mu atas rindu yang menggebu. Diberitahukan kepada mu dalam satu kata yang berarti segalanya. Atas pertemuan yang tak mudah, atas keadaan yang tak bisa dipaksa, atas kesabaran yang harus dibudidayakan. Menghitung hari menuju pertemuan. Aku belajar banyak hal, untuk membuat kamu kagum di kemudiannya. Belajar berdandan. Merias diri, agar sedikit lebih cantik dari biasanya. Untuk mu, untuk hari spesial mu. Maka sambutlah kedatangan ku, dengan rindu yang kamu punya, dengan senyum yang paling indah.
Paragraf dari aku, seminggu sebelum bertemu.
Komentar
Posting Komentar