Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

Kini aku hanya bayangan, yang akan dilupakan.

Sebelumnya kita tak pernah saling mengenal; tak pernah mengetahui nama, dan tak pernah mengetahui bagaimana bunyi suara masing-masing dari kita. Tak pernah juga sebelumnya aku bermimpi bisa mengenal mu; tak pernah pula berdoa untuk dipertemukan dengan mu, dan tak pernah berharap untuk bisa melalui hari dengan mu. Bahwa sesungguhnya kamu pernah menjadi syukur yang tak henti aku panjatkan, kamu pernah menjadi pencipta dari segala tawa, dan kamu pun pernah menjadi sosok yang ada saat ku membuka hingga memejamkan mata. Tapi seketika yang sudah biasa menjadi tak biasa; tak biasa aku terlalu lama kau biarkan sendiri, tak biasa aku terlalu lama menunggu hanya untuk sekedar mendapat kabarmu, dan ini tak biasa, bukan seperti kamu saat pertama kita bertemu muka. Dan itu adalah awal aku menjadi sebuah bayangan..... Bersiap pergi dari hati mu meski dengan kaki yang berjinjit, mengunci rapat mulut ini agar tak ada isak tangis yang terdengar, menahan sekuat tenaga air mata yang ...

Selamat ulang tahun, Papah!

Pah, happy birthday. Wish you all the best! Hari ini adalah harinya bertambah umur, mungkin lebih tepatnya berkurang, itu yang ku tahu. Yang tak ku ketahui adalah sampai umur ke berapa Tuhan menyediakannya untuknya. Bahkan ia sendiri pun tak tahu. Andai aku tahu, tak kan pernah satu detik pun ku lewatkan tanpanya. Aku bersamanya saat pertama aku membuka mata, meski pertama kali yang ku kenal adalah mamahku. Tapi suara pertama yang melatunkan ayat suci di telinga ku adalah ia, pria yang sampai saat kini ku panggil dengan sebutan papah. Usianya tak lagi muda, aku tahu itu. Tapi parasnya masih terlihat muda. Beberapa orang-orang mengira ia pacarku saat aku dirangkul olehnya. Lucu? Iya. Itulah yang menjadi bahan untuk tawa kami saat kami bisa menghabiskan waktu bersama. Ia adalah sosok yang keras, tak mau mengalah, dan tak mau dibantah. Dan ia pula satu-satunya orang yang tak pernah menyakiti fisikku. Semarah apapun ia dengan ku, tangannya tak pernah melukai wajahku. Beruntungn...

Yang seperti ini, ntahlah namanya apa.

          Hallo, November! Lama gak nulis. Terimakasih untuk Oktober yang penuh kejutan, meski sedikit cinta. Tumben... Biasanya...Ya biasanya juga tak banyak cinta. Tapi gue selalu cinta padanya, Oktober.           Hallo, rasa 'yang seperti ini'! Selamat datang kembali! Yang seperti ini? Iya rasa yang diri sendiri aja juga gak ngerti harus apa dan harus gimana ngadepin rasa ini. Bisa dibilang bosen hidup. Bukan bosen narik oksigen buat napas, atau bosen ngedenger detak jantung. Tapi lebih bosen buat ngejalanin hidup yang akhir-akhir ini terkesan flat banget. Mungkin istilahnya hambar kalau dalam masakan. Bosen ngejalanin hidup yang gitu-gitu aja. Bosen ketemu orang yang sama. Bosen harus lihat dan ngelakuin hal yang sama setiap hari. Mungkin gue perlu liburan. Liburan yang jauh, biar bisa ngelakuin hal dan ketemu orang baru. Mungkin harus ke Sumatera buat ke Kiluan atau ke Bali buat ke Lovina yang disana banyak lumba-lumba buat jadi ...