Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Singkat saja.

Tuhan...... Aku ingin sama dia terus. Karena dia terus buat aku tertawa Karena dia terus ada, waktu ku butuhkan. Karena dia tenangkan aku dalam segala kondisi. Karena dia yang memimpin ku dalam sujud. Bila tak bertemu, membayangkan tingkahnya pun aku bisa tertawa. Bila tak bertemu, membaca tiap pesan yang masuk ke telepon genggam ku pun bisa merekah senyumku. Bila tak bertemu, mengingat kembali semua hal yang tlah ku lalui bersamanya pun aku jadi malu. Bila tak bertemu, mendengar suaranya pun tumbuh bahagiaku. Karena itu, aku mau sama dia terus, Tuhan. Cintaku padanya tak kan melebihi cinta ku pada-Mu, Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyanyang. Semoga kali ini Kau dan aku sepakat, bahwa dia adalah yang terakhir dan akan jadi selamanya. Singkat saja, Aku mencintainya karna hati dalam tubuhku yang tlah Kau berikan, Tuhan. Singkat saja, Syukur ku atasnya tak akan pernah usai, sebab kini bertambah lagi anugerah dalam hidupku. Aamiin.

Berantakan!

Sudah lama tak seperti ini, sudah lupa bahkan bagaimana rasanya, lalu terjadi lagi. Kalut sekalut-kalutnya tanpa pernah mengerti akar masalahnya bisa seperti ini itu apa. Baru kemarin lupa kapan terakhir kali menumpahkan air mata, dan kemudian hari ini habis-sehabis-habisnya air mata itu tumpah. Ntah karena apa. Ingin saja rasanya mengeluarkan semua yang tertahan.  Harusnya yang seperti ini tak pernah terulang lagi, harusnya kini sudah pandai bahkan sudah harus sangat pandai mengatur emosi, tapi lagi dan lagi gagal. Banyak pihak mungkin yang tak paham atau malah membenci aku yang seperti ini.  Tak tau kemana harus bercerita kalau sudah seperti ini. Rasa-rasanya pun percuma, karna diri sendiri pun tak mengerti apa yang harus diceritakan. Kalau pun ada orang yang mengerti, tapi dia sudah diharamkan untuk ku hubungi sekarang. Berharap penuh sama kamu yang bisa menetralkan semua, tapi apa? Malah semakin membuat buruk semuanya. Ah tidak juga, mungkin aku saja yang t...

2 Untuk 2: Kita.

Gambar
Yogyakarta, 2 Maret 2014 Hari ini adalah hari terakhir dari surat-surat cinta ku selama 30 hari. Hari ini pula adalah hari ke 59 yang sudah ku jalani bersama mu, sebenarnya lebih dari itu. Sebab tak cukup rasanya 24 jam dalam sehari waktu ku untuk mu. Banyaknya surat yang sudah ku tulis, seringnya aku menyisikan waktu untuk berenang dalam aksara, itu semua karna kamu. Sebab dari 1 hingga 30 hampir keseluruhan kamu lah penyebab adanya tulisan itu. Meski beberapa ku utarakan untuk mereka di luaran sana, tapi percayalah selalu ada kamu dalam sela pikiran ku. Aku tak tahu dan tak ingin pula untuk tahu apa kamu baca tiap rangkaian kata ku atau tidak. Yang ku tahu dan selalu ku tahu adalah bahwa kamu telah menyayangi ku selama 59 hari ini. Sepatutnya sudah ku balas itu semua dengan rasa sayang yang ku punya untuk mu. Maka jadilah kita, dua insan yang sedang menyayangi dan semoga akan selalu seperti itu. Dica, Aku tak pernah bermimpi dan tak pernah ada dalam pikiran...

Yang Tak Terkirim III

Yogyakarta, 1 Maret 2014. Hampir akhir yang lagi lagi terlewat, Tak apalah.