Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Dibaca ya, Nak.

Yogyakarta, penutup Januari Selamat pagi, Nak! Meski belum sempat mengabadikan mu pagi ini, tapi ku rasa kau cerah, semoga tetap hangat hingga Januari ini habis. Mungkin aku gila, satu-satunya yang menganggap kau anak. Tapi bukankah anggapan ku benar? Kau seorang anak. Lahir dari perut bumi dan pulang dalam pelukan lautan. Anak bumi, Sang Maha Hangat. Nak, aku mencintaimu sejak pagi yang mana dikatakan orang masih buta. Mengapa begitu? Karena kau belum ada, tapi langit tempat mu tinggal sudah mulai berwarna. Lucunya kamu, Nak. Datang dengan malu-malu, pertama-tama mewarnai tempat yang kau tinggali. Biar apa, Nak? Biar indah kah? Atau sebagai tanda kau akan bangun? Apapunlah itu, terimakasih, Nak. Nak, saat kau datang banyak yang membecimu. Jarang ucap syukur yang keluar dari mulut mereka, terkadang pun aku. Maafkan, Nak. Kami hanya kesal sebab kadang lelah kami belum hilang, kau sudah datang~ Tapi ketahuilah, Nak. Seberapapun banyak keluhnya mereka, mereka tetap ...

Surat Cinta Ku Yang Pertama

Yogyakarta, 30 Januari 2015 Hi masnya.... Ini tahun ketiga aku ikutan proyek #30HariMenulisSuratCinta. Alhamdulillah 2 tahun belakangan gak pernah bolos, semoga tahun ini pun sama seperti tahun-tahun sebelumnya, atau kalo bisa lebih baik, biar rasanya hidup gak jalan di tempat! Yeiy! Pertama-tama dan utama alasan mengapa surat ini ditujukan kepada masnya adalah karena lagi-lagi aku dapet tukang pos baru. Yaiyalah wong tiap tahun ganti tukang pos nya x) Tapi tapi ini for the first time aku penasaran binggo (kata anak gaul kekinian) sama tukang pos ku yang baru kali ini. Tanya mengapa? Karena akun twitter mu sering banget lewat di timeline twitter ku tapi sedikit pun aku tak punya niatan untuk follow. Maapkeun -.-. Sekarang aku udah follow kok. Polbek ea qaqaq.. *diblock* Tapi aku tau kamu masnya, apalagi awards mu yang hits banget itu. Eh iya kan kamu yang punya? Semoga aku gak salah, kalo salah yo aku siap diremedial, Mas. x) Dalam surat ini aku gak akan mengajukan banyak...

kemBALI.

Gambar
Hi, Bali!   17 Januari 2015 pukul 05.32 WITA kedua kaki ini menapak untuk pertama kali dalam 21 tahun hidup di sebuah pulau yang tak asing lagi, pulau Dewata. Puji dan syukur tak terhenti terucap dari bibir yang mengagung-agungkan nama Sang Maha Pencipta atas segala keindahan yang ada pada pagi itu. Ini adalah kali pertama perjalanan ku ke ujung timur pulau Jawa, kali pertama raga ku berada dalam sebuah kapal yang menghantarkan ku ke sebrang pulau, sebelah barat dari pulau Dewata, pelabuhan Gilimanuk, ku abadikan kapal yang telah menghantarkan ku. Jatuh cinta pertama ku pada Bali, pada laut yang menyapa dengan lembut, pada angin yang bersuara di sela-sela dedaunan yang tumbuh pada pohon di jalan, pada udara yang hangat masuk ke dalam paru-paru, dan pada kaki yang tak pernah ku percaya bahwa telah menapak di sebuah pulau yang berbeda. Akhirnya aku berada di luar ranah nyaman ku, berada di luar waktu bagian barat yang menemani aktivitasku, berada di daerah yang pertama ka...

Awal.

Pfiuh-pfiuh. Bersihkan dulu debu yang bersarang merajut menjadi tempat paling nyaman untuk seekor binatang kecil, laba-laba. Lama sudah rasanya tak banyak kata yang ku rangkai untuk jadi sebuah cerita pun sekedar menjadi puisi. Terlalu sibuk anggota tubuhku bahkan jari-jari ku untuk memenuhi segala aktivitas ku. Ku hanturkan terimakasih berkali-kali kepada Sang Maha Pencipta atas rasa sayang yang diberikan-Nya kepadaku dan kemudian ku lanjutkan kepada dia, lelaki yang hingga kini masih tetap bersamaku, masih ada tangannya dalam genggamanku. 300 hari lebih telah banyak cerita yang ada antara aku dan dia. Mungkin kali ini Tuhan setuju, atau tebakan ku benar, bahwa ia adalah jodoh yang telah dituliskan namanya saat roh ku masuk ke dalam rahim ibu. Semoga. *** Banyak hal yang sedang ku jalani kini. Salah satu dari sekian banyaknya adalah ku coba menafkahi raga ku sendiri. Dengan mengandalkan coba-coba ku, aku mulai memasuki dunia baru. Kerja. Meski belum penuh dari matahari terbit...