Cerita Tentang Jarak : Meyakini Yang Benar
Sebagai perempuan yang sulit sekali menyembunyikan perasaan, terkadang hal tersebut menjadi bumerang untuk diri saya sendiri. Bila saya marah, saya akan tunjukan, bila saya senang, saya akan tersenyum bahkan tertawa tanpa batasan, pun bila saya bersedih, saya tak sungkan untuk menjatuhkan airmata sebanyak-banyaknya. Terlebih perihal cemburu. Saya akui itu dan pacar jauh saya pun mengakui akan kebenaran hal itu. Saya tak suka, teramat tak senang bila melihat kekasih saya terlalu berdekatan dengan perempuan lain. Bukan, bukan saya takut ia akan berpaling, saya hanya tak ingin, ia bahagia bukan karena saya. "Ara ga pernah berantem kali ya sama pacarnya. Mesra t e rus..." Bila itu yang ada di benak kalian, berarti saya telah berhasil menebarkan benih cinta kebahagiaan kepada siapapun yang mengenal saya dan pacar jauh saya. Pada kenyataannya? Kami hanya manusia biasa, dua kepala dengan isi yang berbeda. Dengan dua hati, yang terkadang saling berlawanan dalam hal rasa. Ka...