Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Cerita Tentang Jarak : Meyakini Yang Benar

Sebagai perempuan yang sulit sekali menyembunyikan perasaan, terkadang hal tersebut menjadi bumerang untuk diri saya sendiri. Bila saya marah, saya akan tunjukan, bila saya senang, saya akan tersenyum bahkan tertawa tanpa batasan, pun bila saya bersedih, saya tak sungkan untuk menjatuhkan airmata sebanyak-banyaknya. Terlebih perihal cemburu. Saya akui itu dan pacar jauh saya pun mengakui akan kebenaran hal itu. Saya tak suka, teramat tak senang bila melihat kekasih saya terlalu berdekatan dengan perempuan lain. Bukan, bukan saya takut ia akan berpaling, saya hanya tak ingin, ia bahagia bukan karena saya. "Ara ga pernah berantem kali ya sama pacarnya. Mesra t e rus..." Bila itu yang ada di benak kalian, berarti saya telah berhasil menebarkan benih cinta kebahagiaan kepada siapapun yang mengenal saya dan pacar jauh saya. Pada kenyataannya? Kami hanya manusia biasa, dua kepala dengan isi yang berbeda. Dengan dua hati, yang terkadang saling berlawanan dalam hal rasa. Ka...

Cerita Tentang Jarak: Tak Pernah Bosan Rindu

Pagi ku dimulai, dengan menggambar bentuk hati pada kalender untuk tanggal hari ini.... Masih ingat, supermarket di depan jalan dekat kos ku? Tempat di mana kita menghabiskan waktu untuk berbelanja ala kadarnya. Ala Eropa, kita membeli roti dengan selainya, dimakan sembari tertawa berbagi cerita. Ala Arab-kearaban, membeli kurma di bulan puasa, yang akan kita makan saat waktu berbuka tiba, dilanjut menghadap Sang Empunya Bumi dengan bersujud bersama. Ala Anak Kos di akhir bulan, ya apalagi kalau bukan mie instan yang kita beli. Memasaknya dengan mencampur dengan telur. Dapur kos ku adalah saksi tak bersuara, di mana senangnya hati ku yang telah lelah memasak, kamu mencucikan piringnya. Seperti itulah cinta, tak pernah memberatkan satu dan yang lainnya. Ah, itu adalah nol koma sekian persen dari ingatan ku tentang kamu. Masih terlalu banyak dan terlalu malas untuk menjabarkannya dalam tulisan. Sesekali aku mengulas kembali dengan mu dalam bait-bait pesan yang ku kirimkan. Pac...