Entah ini namanya apa.
"Andai melupakan semudah mencuci piring yang kotor lalu kotorannya hilang, pasti pikiran ku tak akan penuh dengan kenangan." Sudah hampir memakan waktu beberapa hari, seharusnya lukanya benar-benar sembuh dan tak akan pernah lagi terasa sakit bila disentuh. Tapi ini? Tersentuh sangat halus dengan kenangan pun perihnya bagaikan luka yang ditetesi oleh cuka. Entah ini namanya apa. Banyak yang berkata percuma aku seperti ini, padahal kau tak melakukan hal yang sama. Tapi aku tak perduli. Justru aku nikmati sakitnya, ditiap kenangan yang melintas menyentuh luka. Entah ini namanya apa. Merindukan mu harusnya bukan lagi menjadi tugasku. Sebab tak ada lagi ikatan diantara kita. Melupakan mu harusnya menjadi pekerjaan ku sekarang. Yang sudah ku tekuni, tapi terus saja tak berhasil. Entah ini namanya apa. Mungkin aku belum terbiasa. Sebelumnya aku terbiasa menunggu, menunggu kamu. Tapi kini? Rasanya ingin selalu memejamkan mata dan bermimpi bahwa aku masih menungg...