Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

Entah ini namanya apa.

"Andai melupakan semudah mencuci piring yang kotor lalu kotorannya hilang, pasti pikiran ku tak akan penuh dengan kenangan." Sudah hampir memakan waktu beberapa hari, seharusnya lukanya benar-benar sembuh dan tak akan pernah lagi terasa sakit bila disentuh. Tapi ini? Tersentuh sangat halus dengan kenangan pun perihnya bagaikan luka yang ditetesi oleh cuka. Entah ini namanya apa. Banyak yang berkata percuma aku seperti ini, padahal kau tak melakukan hal yang sama. Tapi aku tak perduli. Justru aku nikmati sakitnya, ditiap kenangan yang melintas menyentuh luka. Entah ini namanya apa. Merindukan mu harusnya bukan lagi menjadi tugasku. Sebab tak ada lagi ikatan diantara kita. Melupakan mu harusnya menjadi pekerjaan ku sekarang. Yang sudah ku tekuni, tapi terus saja tak berhasil. Entah ini namanya apa. Mungkin aku belum terbiasa. Sebelumnya aku terbiasa menunggu, menunggu kamu. Tapi kini? Rasanya ingin selalu memejamkan mata dan bermimpi bahwa aku masih menungg...

Bingung.

Sebelum posting ini ada satu lembar maya yang udah dicurhatin panjang-panjang tapi akhirnya saya close . Kemudian saya bingung dan jari-jari ini ntah mau ngetik apa lagi. Entahlah belakangan ini mood lagi gampang berubah-ubah kayak bunglon. Mau ngungkapin pake lisan tapi gengsi, mau cerita lewat tulisan malah bingung mau ngetiknya. Udah deh, yang ini gak usah dibaca. Gak penting juga. Yang penting aku masih sayang kamu, dan masih kangen. Udah gitu aja. Bye!

Habis semua disini.

"Seperti dihujani ribuan es, kemudian membeku, lalu hancur" Aku sulit bernapas. Rasanya bagaikan ada lubang hitam yang menelan secara utuh jantung dan paru-paru ku. Sudah ku coba membuka mulut ku lebar-lebar untuk membantu hidungku mendapatkan oksigen, tapi semuanya sia-sia. Sama dengan apa yang sudah ku lakukan, sia-sia. Aku tak pernah bersikap jahat kepada mu. Segala bentuk amarah dan kesal ku dengan mu, ku hapuskan dengan cuma-cuma, semata-mata hanya karena rasa sayang ku padamu. Tapi apa yang kamu lakukan? Mungkin kata 'jahat' saja tidak cukup untuk menggambarkan dirimu yang sekarang. Tak punya hati? Rasanya itu pantas ku ucapkan. Maaf , izinkan aku untuk menjahati mu kali ini dengan berkata "Kau tak punya hati." Tak ada pisau tajam yang menghujam jantungku, tak ada goresan luka di paru-paru ku, tapi mengapa rasanya begitu sulit untuk bernapas? Padahal bila ada alat yang bisa ku gunakan untuk melihat oksigen di sekitarku, akan ada lebih d...