Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

Arti Mu Bagi ku

Jakarta, 30 Januari 2013 Kamu, Saungku,            Hai, apa kabar? Dalam surat ini akan ku jelaskan arti mu bagi ku. Kamu adalah Saungku. Mengapa begitu? Ku jelaskan.           Saung adalah tempat dimana letaknya jauh dari keramaian, jarang diketahui orang, tidak berdinding, oleh sebab itu tidak punya ikatan. Kamu saungku yang jauh dari keramaian, ya bersama mu hanya tenang yang ku rasa, tidak ribut dan tak ada hal berisik yang menggagu pendengaran, hanya tenang dan bahkan semilir angin pun bisa aku rasa. Kamu saungku yang jarang diketahui orang atau mungkin tak ada satupun orang yang tau bahwa kamu adalah saungku. Kamu jarang diketahui orang oleh sebabnya kamu hanya aku yang miliki. Dirimu hanya untuk aku, tanpa banyak orang yang akan singgah.            Kamu tidak berdinding layaknya rumah, oleh sebab itu tak ada hal yang bisa aku sembunyikan dari mu. Semuanya kamu tau, dan tak ada yang...

Dua-Karta

Gambar
Jakarta, 29 Januari 2013 Untuk (Ja&Jogja)-Karta ku, Jakarta. Ini adalah kota kelahiran ku. 7 Oktober 19 tahun yang lalu disalah satu rumah sakit bersalin di Jakarta bagian timur aku dilahirkan. Disini aku tumbuh besar, kaki ku menapak untuk pertama kali ya di kota ini. Bangun pagi hingga kembali tidur saat malam, ku lalui hari dikota ini. Banyak kenangan, banyak cerita yang ku buat di kota ini. Jakarta. Jalinan kasih sertamerta tiada akhir. Keluarga, sahabat, teman, kekasih, semua ku punya dikota ini. Tapi tidak dengan kekasih. Karena mungkin kekasih bukan tasbih yang bisa selalu dibawa kemana-mana dan selalu dimiliki. Mungkin belum jodoh, atau memang tak berjodoh? Entahlah, yang jelas perpisahan mengajarkan ku akan sebuah kepercayaan, percaya kelak akan bertemu dengan seseorang yang lebih baik dari yang sudah dipisahkan. Jakarta. Punya ciri khas? Ya tentu. Kota mana yang bisa disuguhi kemacaten dari matahari terbit hingga matahari terbenam? Ya ku kira cuma ...

Waktu

Jakarta, 28 Januari 2013 Untukmu, Waktu Kepadamu yang terus memburu, dear waktu. Tak pernah sedikitpun kau berhenti untuk izinkan aku menikmati dengan puas apa yang terjadi dalam hidupku. Tak pernah sedikitpun kau memberikan ku kesempatan untuk memutar masa, dan membiarkan ku kembali merasakan masa yang pernah aku lalui tanpa kepuasan. Tak pernah sedikitpun kau mengizinkan ku untuk membekukan diriku bersama orang-orang yang aku sayang agar mereka tak lantas pergi meninggalkanku. Karna kau waktu, yang selalu memburu. Kau satu-satunya yang paling egois. Kau terus berjalan meski aku tak pernah menginginkan. Kau terus berputar meski aku belum selesai menikmati waktu saat aku senang. Kau tak perduli, apa aku suka atau duka kau terus saja bertambah tanpa sedikitpun kau merasa lelah. Karena kau waktu, yang lagi dan lagi selalu memburu. Padahal bila kau tau, aku ingin sekali kau memberikan ku kesempatan. Kesempatan untuk menghentikan waktu saat bersama orang-orang yang aku say...

Minggu

Jakarta, 27 Januari 2013 Hai minggu,           Hari ini tanggal dua puluh tujuh yang jatuh pada hari minggu. Pagi tadi hujan turun didepan rumahku. Ya tanggal dua puluh tujuh hari minggu hujan turun didepan rumahku. Aku pun rindu, ntah kepada siapa rindu itu bertuankan. Aku hanya rindu, rindu masa lalu ku, bukan saat bersama kamu, tapi masa lalu saat aku masih sering ditimang-timang ibu.           Surat ini untuk kamu minggu, hari yang sangat ditunggu-tunggu semua orang. Karena apa? Karena di hari minggu kita tak perlu banyak menunggu. Menunggu pekerjaan yang tak usai, yang selalu datang meski tak diharapkan. Ya hari minggu adalah hari aku, kamu dan keluargaku. Oke Minggu, sampai berjumpa dilain waktu.. Sesudah sabtu...

Bahagia Dengan -ke Dan -an

Jakarta, 26 Januari 2013 Untuk mu, kebahagian.... Hai kebahagaian, yang selalu datang kepada semua orang dengan cara yang berbeda. Aku percaya dan akan selalu percaya kamu datang dengan waktu yang tak pernah diketahui kapan. Aku percaya dan akan selalu percaya kamu datang kapan pun itu meskipun tak dibutuhkan. Aku percaya dan akan selalu percaya bahwa aku salah, siapa yang tak butuh kebahagaian? Bahkan semut pun butuh bahagia agar ia tidak terinjak kaki manusia yang kadang sembarang melangkah. Semua orang punya jalan hidupnya sendiri. Semua orang punya doa untuk meminta kebahagiannya sendiri. Antara satu dan yang lainnya jarang sekali memiliki doa untuk sebuah kebahagaian yang sama. Kecuali mereka, dua insan yang sedang hidup dalam atmosfir cinta. Aku percaya dan akan selalu percaya bahawa mereka berdoa untuk satu kebahagian yang sama, yaitu kebahagian yang akan mereka dapat bila keduanya tetap berada dalam rotasi kesetiaan dan kepercayaan. Kebahagian, kau yang berasal dar...

Pria Di Toko Buku

Jakarta, 24 Januari 2013 Pria di toko buku, Kamu, pria di toko buku Didepan rak sastra indonesia kita bertemu muka Aku tak mengenal kamu Kamu pun tak tau aku siapa Kacamata dan kemeja itu, hanya itu yang ku tau Buku yang kamu baca, tak pernah aku baca Kamu bilang, aku harus tau Kalau buku yang kamu baca, bukan hanya sekedar buku cerita Obrolan kita berlanjut Kamu ceritakan tentang semua isi dalam buku itu Aku pun terkejut Karena ternyata kamu pria yang serba tau Pria di toko buku, ku kira umur mu dua puluh satu Aku tak tau namamu, sebab aku tak bertanya Tapi kamu terlalu lucu Sebab baru kenal saja, aku sudah banyak tertawa Pria di toko buku Semoga semesta berkeinginan Untuk kembali mempertemukan kamu dan aku Agar kita bisa berkenalan dengan berjabat tangan Rak buku sastra Indonesia, Gramedia Matraman, Jakarta Timur

Jadi, siapa yang menang?

          Saat waktunya aku, langit memang tak selalu bersinar. Itu semua bergantung kepada Rajaku, apakah ia ingin bekerja dengan menyinari langitku atau hanya ingin bermalas-malasan berselimut awan, ya itu semua kembali lagi dengan keputusannya. Pernah suatu hari yang ntah itu kapan, langitku sangat cerah, memaksa mereka semua untuk segera membuka mata. Aku tau, tak seorangpun menyukai aku, siapa sih yang suka istirahat panjangnya bersama malam diganggu, aku pun tak suka, apalagi kamu. Pernah juga suatu hari yang lagi lagi ntah itu kapan, langit ku pernah sangat mendung, Rajaku nampaknya sangat malas untuk menampakan diri, jadilah hari itu menjadi mendung kelabu. Aku pikir hari itu akan banyak yang menyukai ku, tapi ternyata aku salah, tak seorang pun juga yang menyukai ku. Bilangnya, mereka susah, harus bekerja, bersekolah dan beraktivitas lainnya dibawah langit mendung. Aku yang disalahkan karena membuat mereka susah. Memang dasarnya mereka saja yang tak pat...

Yang Membentang Tiada Batas

Jakarta, 23 Januari 2013 Langit,          Biar aku tulis surat ini untukmu. Surat pertama untuk langit, Jakartaku. Terimakasih sebelumnya karena tepat jam 2 malam aku tiba dibawah langit ini disambut dengan baik. Langit yang gelap pekat seperti layaknya malam biasa, tiada air yang turun dari langitnya. Terimkasih karena sambutan yang begitu sempurna, seakan semesta menyenangi kedatanganku.           Ku pejamkan mataku untuk beberapa jam. Melepas segala lelah yang ku bawa dari kota rantau ku. Melepas dia sementara disana, semoga langit Jogja menjaganya. Memerhatikan tiap apa yang dia lakukan, semoga semesta menyertaiku, selalu membawa rasa rindu yang ada untuknya.          Saat mata ku telah kembali menyatu dengan dunia nyata, tapi tidak dengan nyawaku. Ya, nyawa yang ada dalam tubuhku belum sepenuhnya menyatu dengan atmosfir Jakarta. Tapi langit Jakartaku menyambut ku dengan mentarinya. Mentari...

A for Adera

Yogyakarta, 22 Januari 2013 Dear, bang Adera....           "Dan kau hadir merubah segalanya, menjadi lebih indah, kau bawa cintaku setinggi angkasa, membuat ku merasa sempurna", itu bait-bait lagu yang suka aku nyanyiin bang. Emang sih suara aku gak semerdu suara abang, tapi barangkali kalau kita berduet, suara ku bisa jadi bagus, karena tenggelam sama suaranya abang hehehhe           Apa kabar bang? Lagi sibuk apa sekarang? Mungkin abang gak kenal aku, toh kita hanya dibatasi layar tv dan dunia maya. Tapi aku kenal abang, lebih tepatnya kenal suara abang sih. Kalau tiap denger radio, udah pasti bisa ditebak itu suara abang. Ya secara, selain kenal suaranya, aku pun kenal juga lagu-lagunya abang hehehe. 3 lagu nya abang itu udah jadi lagu favourite ku sekarang. Kapan pun dimanapun gak kenal kondisi hati pasti yang aku puter ya lagunya abang heheheh. Abis suaranya abang easy listening sih, semisal aku jadi pacarnya abang, m...

Apa kabar KA?

Yogyakarta, 21 Januari 2013 KA!           Apa kabar? Lama tak bersua. Teknologi canggih pun kini tak dapat menjalin komunikasi kita. Kita hanya saling tau kabar melalui orang-orang disekitar kita yang pastinya dulu menginginkan kita untuk bersama. Tapi apa daya? Pantai itu cukup untuk jadi saksi akhir romansa cinta diantara kita.           Ku dengar saat ini dirimu sudah menetapkan hati untuk bersama dia? Benar begitu? Aku senang mendengar kabar itu. Karena aku pun sendiri berpikir bahwasanya dia lebih segalanya daripada aku. Dia dewasa, ya sama seperti mu. Tidak seperti aku, yang mungkin mulut ku terlalu banyak tertawa bila dibandingkan mulutnya yang selalu melontarkan kalimat-kalimat bijaksana.           Coba sejenak kau kembalikan ingatan mu, ingatan dimana kita membuat suatu cerita singkat dipantai itu. Sudah ingat? Bila kau susah mengingatknya, aku akan bantu menghipnotis ingatanmu dengan ...

Putih & Abu-Abu

Yogyakarta, 20 Januari 2013 Sebut saja kamu, angin..           Kita dipertemukan dalam masa akhir dimana pakaian itu akan kita lepas. Pakaian yang hanya mengandung dua warna itu tanpa terasa telah kita gunakan hampir 3 tahun. Ya, putih dan abu-abu yang banyak orang berkata itulah masa dimana indah dari segala yang indah. Apa kabar mu sekarang? Bagaimana rasanya tinggal dikota orang? Aku dengar kamu telah bersamanya. Akhirnya kini kamu menemukan satu yang pasti.           Dalam surat ini izinkan aku untuk menjelaskan sedikit apa yang dulu sempat banyak terlewatkan. Aku tak pernah meminta mu untuk membaca surat ini, tapi bilasanya ternyata kamu membaca, semoga segala yang tak jelas dimasa lalu bisa aku perjelas saat ini. Kita bertemu dalam akhir putih abu-abu. Padahal saat putih biru kita pun berada dalam satu bangunan yang sama, tapi sayang saat itu semesta belum berkeinginan untuk memperkenalkan aku dan kamu. Tak masalah, y...

BurYamBangCoy..

Yogyakarta, 19 Januari 2013 Dear, Bang Ocoy...           Abaaaaaaaaaangggg apaa kabar? Udah lama kita gak ketemu. Semenjak saya kuliah di Jogja kita udah jarang banget ketemu. Dulu dari saya kecil sampe SMA, abang yang selalu saya tunggu kedatangannya hehehe. Bang gimana udah jadi sama si mbak itu belom? Ciyee ciyeee cepetan atuh nikah, atau jangan jangan udah punya anak ya sekarang? Yah saya ketinggalan banyak informasi soal abang sekarang :(           Abang masih suka jualan sama si parjo gak? Pasti masih deh. Kalian kan udah soulmate mati banget. Gak akan ada yang bisa misahin sekalipun si parjo rusak hehehe. Duh, saya jadi kangen ngeliat si parjo bang. Udah gimana bentuknya sekarang? Masih sama seperti dulu apa udh direnovasi nih bang? Duh udah seabad rasanya gak denger suara rodanya parjo lewat depan rumah hehehe          Bang, disini tuh tersiksa rasanya kalo makan bubur ayam. Di jogja tu...

Harusnya Aku Tak Pernah Ada

Yogyakarta, 17 Januari 2013 Kepada kamu, yang mungkin tak terbalas.... Maaf, adalah kata yang akan mengawali surat ini. Maaf karena aku mungkin tak dapat membalas. Bukan surat mu yang tak ku balas, karena sekali pun tak pernah kamu menuliskan apa-apa untuk ku. Tapi maaf untuk segala rasa yang tak mungkin bisa aku balas. Karena kamu tau, tak ada yang harus aku balas. Aku tak pernah sekalipun meminta kepadamu untuk kamu memberikan rasa lebih dari sekedar teman. Aku tak pernah sekalipun untuk memohon padamu agar kamu bisa mencintaiku lebih dari seorang teman dan tak pernah sekalipun aku bersujud dikakimu agar hati mu bisa terisi oleh aku. Aku tak pernah melakukan itu semua, jadi apakah ada salah ku bila ternyata aku tak bisa membalas itu semua? Bukan mau ku agar kau cintai ku lebih dari sekedar teman, bukan inginku bilasanya hati mu terisi oleh ku dan bukan maksudku untuk tak membalas, tapi itu semua berjalan sesuai takdir. Takdir yang membuat mu bisa mencintai ku lebih...

Untuk Kalian Yang Bebas

Yogyakarta, 16 Januari 2013 Kalian, yang mampu terbang.......           Hai kalian yang bisa terbang, bagaimana kabar langit hari ini? Indah? Ataukah mendung? Apapun keadaan langitnya, beruntungnya kalian yang bisa menikmati langit secara dekat serta bisa bermain dengan tumpukan-tumpukan awan. Aku disini? Hanya dapat memandangi langit dengan jarak yang membentang dan merasa iri karena tak dapat bermain dengan awan seperti kalian, iya kalian, burung-burung bebas disana.           Surat ini aku tulis agar kalian tau, betapa irinya aku kepada kalian. Sampai aku menangis dan air mata ku pun berubah jadi darah, aku tak akan bisa menikmati langit seperti kalian. Kalaupun bisa, aku harus menaiki kendaraan besi raksasa itu, dan itupun membuat ku terikat, tidak bebas berkeliaran seperti kalian, hai burung-burung bebas diangkasa.           Apa sih rasanya bisa melihat segalanya dengan bebas tanpa batasan?...

Aku Bagian Dari Kamu..

Yogyakarta, 15 Januari 2013 Dear, Si Baju Merah.....           Bermula hanya dari dunia maya. Lewat layar segi empat sebuah alat teknologi dan kecanggihan internet serta sebuah jejaring sosial, aku mengenal mu. Awalnya agak ragu untuk meng-klik tombol " follow " itu, tapi setelah aku membaca seluruh isi timeline mu, ya tak ada salahnya untuk menjadi bagian dari followers mu.           Lalu aku membaca semua kisah mu. Lewat diary dunia maya mu, aku tau bagaimana kisah dalam hidupmu. Semua terangkum dalam diary dunia maya itu. Sedih mu, senangmu, bahagiamu, tangismu, semua ada disana. Menjadi satu dan terangkai dalam cerita untuk orang banyak. Ku baca satu per satu kisah yang terjadi dalam hidupmu. Alis ku kadang terangkat saat membaca sebuah kisah, senyum ku kadang terkembang dan tawa ku kadang meledak tanpa bisa aku kontrol saat berhadapan kisah konyol dalam hidupmu. Bang, hidup mu asyik, mungkin jauh lebih asyik kamu yan...

Masa lalu berbalut rindu

Yogyakarta, 14 Januari 2013. Dear Mantan,           Hey kamu yang disana, yang berada jauh dan harus mengeluarkan 35ribu untuk beli tiket kereta ekonomi, apa kabar kamu? Apa kabar orangtuamu? Apa kabar adik adikmu? Apa kabar rumahmu? Apakah rumah itu masih dialamat yang sama saat pertama aku berkunjung? Sudah seperti apa rumah itu? Masihkah sama berada ditanah saat pertama aku menginjakan kaki didalamnya? Atau sekarang sudah melayang seperti tak punya gravitasi layaknya jiwa ku yang melayang saat  putus  tak bersama denganmu? Ah, mantan jangan serius begitu baca surat ini, tersenyumlah sedikit, biar kamu cepat laku kembali *ampuuun mantan ampuuuun-_-*           Hey mantan, bagaimana sekarang hidupmu? Bagaimana kehidupanmu setelah kita 2tahun bersama, lalu sudah 2tahun tak bersama, dan 1tahun tak berjumpa? Bagaimana? Baik baik saja kan? Kalau tidak baik segeralah ke dokter terdekat, jangan pergi ke dukun, ini sudah...

Menurut ngana?

Jadi tadi pas mandi tiba-tiba kepikiran hal yang gak biasa gitu. Ngayal kalo punya pacar yang anti mainstream . Kalo cewek-cewek jaman sekarang mintak banget punya pacar yang romantis kalo gue mah enggak. FYI aje ye cowok romantis itu cuman bisa rokok makan gratis doang, tiap hari ketemu buat pacaran cuma untuk "Yang, bayarin makan sama beliin rokok ya" Scheisse! Mati aja lu sono dilindes gajah-_- Nah, disini gue mau mengkhayal andaikan gue punya pacar yang suka ngasih gue kejutan. Kejutan yang dia kasih pun gak mainstream dan jarang atau mungkin gak pernah di lakuin sama cowok lainnya, ya percuma aja kalo suka ngasih kejutan tapi kejutannya yang biasa, terlalu maintsream ~. Oke kita bahas! 1. I love You          Nah disini, gue mau punya cowok yang ngasih kejutan berbeda dalam cara bilang "i love you" . Kalo kebanyakan cowok apalagi di FTV gitu kan biasanya cowok yang bilang i love you paling cuma ngebentuk bunga bunga mawar jadi huruf "i...

Selamat tinggal dan Selamat datang

Hem tadinya mau ngasih judul "Catatan Akhir Tahun" tapi itu mirip judul film, terus mau dikasih judul "Cerita Akhir Tahun" ini bukan juga cerita, mau di judulin "Pacar Akhir Tahun" ohiya kan gue gak punya pacar, yodehlah ini judul udah paling pas bener deh ah-_- Jadi 2012 nya udah mau abis nih, mau ganti jadi 2013, nambah satu angka deh. Walaupun nambahnya cuma satu angka, tapi berarti banget. Gak percaya? Yaudah tungguin postingan selanjutnya di 31 Desember 2013 ya, biar ngejalanin dulu tahunnya -_- Banyak banget kejadian dalam 2012 ini, ya banyak lah yah secara kan dalam setahun aja ada 365 apa 366 hari tuh kan. Dan pastinya tiap hari punya kisah tersendiri. Dari mulai seneng, sedih, duka, bahagia, sampai merana karena cinta *please jangan setel lagu dangdut dibagian ini-_-*. Kita mulai darimana nih yah ceritanya, hem jadi bingung sendiri, duh napa jadi random gini ngeblognya-___________-.           Oke! 2012, dari Januari hingga Desember saya ma...