Terimakasih Kamu
Yogyakarta, 28 Februari 2016
Selamat pagi dari Jogja, kaJe!
Hai, kaJe! Aku Ara. Gadis Libra yang hampir 30 suratnya kamu baca setiap hari. Dari surat-surat yang telah kamu baca, kamu pasti bisa menebak aku perempuan macam apa. Perempuan setia yang mengirimkan surat-suratnya untuk dia yang jauh. Perempuan yang tak pernah mengaku kalah dengan jarak, meski sering kali hati lelah, bila sedang marah, tak ada peluk yang bisa digapai. Maaf kaJe, sebagai bocah mu, tiba-tiba curhat adalah salah satu kemampuan yang aku miliki. Hehehe.
KaJe, apa kamu pernah juga memiliki kekasih jauh? Apa kamu akhirnya bertahan atau menyerah dengan jarak yang berada di tengah kalian? Aku ingin tahu, aku ingin dengar banyak cerita sebagai bahan pembelajaran agar tak mudah menyudahi apa yang telah berani aku mulai.
KaJe, apa kamu perempuan pencemburu? Tak senang melihat perempuan lain dekat dengan kekasih mu? Iya ataupun tidak, jelaskan pada ku, apa cemburu perlu sering dilakukan atau hanya sesekali saja saat dibutuhkan?
KaJe, sejauh yang ku lihat, dari apa yang lewat di linimasa, kamu adalah perempuan yang sulit sekali untuk berpindah hati. Terlalu sulit kah untuk pindah? Atau terlalu sulit untuk menemukan tempat baru, tempat di mana bisa menitipkan kembali hati tanpa takut lagi dibuat patah? Apapun itu, aku tak ingin menebak-nebak jawabannya. Sebab berjabat tangan dengan mu saja aku belum pernah, tak berani aku menebak-nebak isi hati mu. Yang bisa ku lakukan adalah mengharapkan mu sesegera mungkin menemukan sosok baru yang dapat membantu menyusun kembali keping-keping hati yang berserakan.
Terimakasih kaJe,
atas waktu yang telah kau luangkan hanya untuk sekedar membaca.
Membaca apa-apa yang telah ku buat dari hati ataupun sekedar kata puitis tanpa makna.
Terimakasih kaJe,
atas kesediaan turut serta seakan-akan menjadi pemeran dalam surat-surat yang telah diketikan.
Terimakasih kaJe,
atas kesabaran dalam membaca meskipun kadang mata lelah dan pikiran jenuh dengan kebiasaan yang terlalu sering dilakukan.
Semoga kelak bukan hanya surat-surat cinta yang kamu kirimkan, tapi akan ada sosok yang akan kamu berikan cinta. Semoga.
Salam kenal,
Ara.
Komentar
Posting Komentar