Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Tekadang keputusan-Nya membingungkan.

Bukan aku yang menginginkan untuk berkenalan dengan dia. Bukan aku yang berkenaan untuk bisa bersama dia hingga sekarang. Tapi aku, yang dulu berdoa agar bisa dipertemukan dengan apa yang aku minta, kemudian dikabulkan. Tapi kadang aku bingung dan tak paham atas keputusan-Nya. Sering kali aku jengkel dan tak jarang aku rindu dengan dia, doa ku yang dikabulkan. Tingkahnya kadang buat amarah ku meninggi, kadang juga tingkahnya buat tawa ku pecah. Aku bingung, kenapa kini aku harus bersama orang yang seperti itu, padahal yang seperti itu tak pernah ku minta. Oh aku baru ingat, aku minta yang baik-baiknya saja. Aku lupa bahwa tak pernah ada satupun manusia yang hanya baik, pasti ada buruk juga dalam dirinya. Dari sekian hari yang ku jalani bersama dia, tak penuh semuanya dijalani dengan tawa. Ada beberapa dengan kesunyian, dengan amarah. dan ada pun yang dengan air mata, Kadang aku bingung pun heran, kenapa harus dipersatukan dua orang yang tak bisa selalu saling bahagia? Tapi...

Jangan Diam.

Semua tentang mu, aku mengerti. Tapi ada satu darimu yang tak ku pahami, diam mu. Ayolah sayang, jangan begitu. Tuhan menciptakan mulut, lidah, gusi dan gigi serta pita suara untuk berkolaborasi agar dapat berkata. Utarakan lah apa yang kamu rasa, jangan sembunyi dalam diam mu, sebab tak tahu aku harus menggunakan kamus apa agar bisa mengerti diam mu itu. Bila ternyata aku ini yang tak mencapai kata sempurna berbuat salah, maka katakanlah. Jelaskanlah bagian mana dan apa yang salah dari diriku. Namun bila bagimu sulit untuk mengutarakannya secara langsung, tuliskanlah. Sebab tulisan dapat menyampaikan apa-apa yang sulit tersampaikan oleh lisan. Aku akan membacanya dengan teliti, membacanya berulang kali, agar tak lagi diri ini melakukan salah yang sama kembali. Sayang, janganlah diam. Aku tak suka dirimu yang diam. Aku suka kamu yang banyak berkata. Aku suka kamu dengan ribuan kelakuan mu yang tak pernah ku duga. Aku suka gelak tawa mu yang ceria. Aku suka semua tentang mu kec...

Surat Untuk Mantan

Ini yang pertama dan yang terakhir. Bacalah, agar kamu tahu bagaimana aku setelah tanpa mu. Awalnya, mungkin memang kita terlalu menyingkat waktu. Terburu-buru dalam hal meresmikan aku dan kamu yang menjadi kita. Tapi tak masalah, karena benar adanya ku lihat di kedua mata mu sebuah rasa yang lebih dari hanya sekedar menjadi teman. Sekiranya hatiku belum sepenuhnya siap untuk dihuni, tapi ku beranikan diri, berkata ‘iya’ dalam segala pertanyaan yang kau sampaikan lewat bait teks yang berujung atas kepemilikan diriku untuk mu. Ya, setelah itu aku milik mu. Hari demi hari tak ada yang aneh, sampai akhirnya saat akan menuju hari ke-90 semuanya usai. Ya, selesai. Sudah tak ku miliki lagi dirimu pun tak lagi kamu memiliki aku. Apa yang salah? Mungkin sebuah bait teks yang ku kirimkan untukmu menjadi pertimbangan mu untuk meninggalkan ku. Ah, lupa sudah aku mengetikan apa saat itu. Tak ingat sedikitpun, sebab telah bertekad sejak kamu pergi, untuk melupakan semua tentangmu kec...