Aku Bagian Dari Kamu (2)
Jakarta, 7 Februari 2016
3 tahun lalu,
dari Yogyakarta, aku mengirimkan surat cinta untuk kamu si baju merah.
Kini, ku jarang melihat mu lagi mengenakan baju merah.
Makin ke sini, kamu makin gaya, makin buat aku jatuh cinta.
#halah
Halo, bang Alitt! Apa kabar? Aku percaya abang sehat jiwa raga, sebab abang tak pernah lupa olahraga dan tak alpha untuk ketawa. I know you so well, kalau kata liriknya lagu sm*sh sih gitu.
Tapi mungkin i know you tak begitu so well, sebab belakangan bang Alitt jarang lewat di linimasa. Ntah sekarang bang Alitt lewat mana, yang jelas bang Alitt bikin kerjaan ku untuk kepo twitter mu menjadi berkurang. Apapun yang sedang atau akan kamu lakukan, jangan lupa jaga kesehatan ya bang, sebab apalah artinya karya bila kesehatan terabaikan.
-----
Menjadi bagian dari followers mu adalah cara untuk mengagumi mu secara diam. Memantau apa-apa yang sedang kamu kerjakan, membaca apa-apa yang kamu ceritakan, dan mengamini apa-apa yang kamu harapkan. Kita belum pernah bertatap di luar dunia maya, meski sudah ku ceritakan 3 tahun lalu, waktu kita sama-sama di Yogyakarta, tak sekali atau dua kali kita berjumpa. Aku menghitungnya sudah 5 kali kita berjumpa. Meski dalam 5 kali pertemuan itu, kamu tak sadar bahwa aku ada, tapi aku menyadari bahwa senyum mu yang nampak di depan mata. Sampai surat ini diketikan, aku masih menjadi penyuka harum parfum mu.
Aku pernah membayangkan, bila ada pertemuan yang mengiyakan kamu dan aku untuk saling berjabatan tangan dan bertukar senyuman, mungkin dari situ aku akan coba mencuri hati mu sepotong demi potong. Hingga akhirnya aku melengkapi semua potongan itu, dan ku susun untuk mengisi bagian dari hati ku yang kosong.
Bila aku menjadi penghuni dari hati mu-- aku akan senantiasa membangunkan mu di kala Sang Maha Hangat tlah menaiki singgasananya. Menemani mu berolahraga, menyeka tiap bulir keringat yang jatuh dari keningmu (anu, aku ga nemu kata mesra dari menyeka -_-). Aku juga akan mengajak mu berjalan-jalan, seperti yang mereka sering katakan "Jangan di rumah aja, Indonesia itu indah". Mengajak mu masak-memasak, sebab tak perlu kita makan di luar, kan #SayangUangnya. Dan yang akan paling sering ku lakukan adalah mengajak mu bersujud untuk berbisik kepada langit. Mengucap syukur atas hati kita yang saling memiliki.
Bang Alitt, kata teman ku, aku perempuan manja, jadi akan sangat menyenangkan untuk dapat berlama-lama dalam pelukan. Kata teman ku, aku ini lucu, jadi tak ada hari yang tak kan kita lewati tanpa tawa. Kata teman ku, aku setia, tak usah khawatir, begitu kamu masuk dalam hati ku, akan ku kunci dengan rapat. Tapi itu semua kata teman ku. Bila kamu ingin membuktikannya, mari kita menjalin cinta.
Dear bang Alitt, jangan sering-sering meninggalkan dunia maya.
Kamu tahu? Kalau rindu itu menyiksa.
Salam manis,
Ara.
Komentar
Posting Komentar