Gadis Bali Kesayangan
Jakarta, 22 Februari 2016
Berdasarkan apa yang kau minta, ini ku jadikan nyata.
Perempuan macam apa yang meminta-minta dengan penuh harap kepada perempuan lainnya untuk dibuatkan surat cinta. Hanya kau! Gadis Bali yang ku temui, tanpa pernah ku kehendaki. Hahaha. Hanya bercanda.
Pada surat ini akan ku coba mengetikan kalimat demi kalimat manis yang mungkin tak pernah kau dapat dari lelaki yang mengaku cinta padamu. Aku? Tak pernah sedikit pun ku pakai waktu yang ku punya untuk mencintai mu, sebab hari ku terlalu sibuk untuk merindukan ia yang masih satu kota dengan mu. Sampaikan rindu, sampaikan salam penuh kesungguhan bahwa aku tak sabar untuk berjumpa dengannya. Jangan sampai kau lupa!
Ada hal yang tak pernah ku lupa, tentang suatu hari di sebuah gedung terbuka adalah waktu pertama di mana kita berjumpa. Saling memperkenalkan diri, melempar senyum, tak pernah tahu bahwa pada akhirnya kita bisa tetap berteman hingga detik surat ini kau baca. Apa yang kita jalani, apa yang kita lalui, tak melulu selalu senang, seringkali pun kita bertengkar karena pendapat yang saling tak setuju dan kepala yang bermacam isinya. Kadang saat kau berkata A, aku lebih menyukai B. Dan saat aku menyukai C, kau pun menyukai C, meski tak secara terang-terangan kau mengakuinya.
Tanpa kita sadari, telah banyak kenangan yang kita buat. Di tiap sudut kampus, tempat makan, mall-mall yang menjulang, bahkan di pinggir jalan. Hal yang menyedihkan pun memalukan tak luput kita buat. Semuanya telah ku simpan, telah ku susun dengan rapih sesuai abjad. Agar kelak bila ku ingin mengenang, akan mudah ku temukan.
Dalam waku kini, mesti tak lagi dapat bertemu setiap hari, tapi aku memastikan bahwa kau dapat dengan baik menjaga diri. Sebab aku bukan hanya sehari atau dua hari mengenal mu. Aku tahu, kau bukan perempuan lemah pun penakut. Kau pemikir, jadi aku tak perlu khawatir kau akan melakukan hal yang bodoh; melalukan hal bodoh adalah kemampuan ku, kau payah dalam hal itu.
Bersiaplah untuk hal-hal baru yang akan datang. Tentang dunia yang mungkin belum pernah kau bayangkan. Tentang bekerja; bertemu dengan banyak orang baru yang belum kau kenal, tentang keluarga; bagaimana kini adalah waktu mu untuk berbalas budi dengan orang tua, tentang cinta; jauh untuk dapat lebih bersungguh-sungguh bila ingin selamanya kau hidup dengan pria yang kini kau punya.
Percayalah itu semua tak kan mudah untuk kau lalui dan percayalah pula bahwa akan ada hadiah dari tiap ujian yang telah selesai kau kerjakan.
Aku, akan berusah untuk tetap ada, kapanpun kau butuhkan. Tak menjanjikan raga, tapi menjanjikan waktu yang ku punya.
-dari Aku
yang selalu lebih cantik dari mu.
:D
Komentar
Posting Komentar