Terimakasih, atas kedatangan mu.
"Aku tak pernah melupakan mu. Berniat untuk melupakan saja aku tak pernah. Berbedanya dunia kita tak pernah mengurangi rasa sayang ku padamu." Pagi ini tak biasanya. Kemarin adalah hari pertama yang teramat berbeda di dalam hidupku. Kau, datang. Mungkin sudah terlalu banyak rindu yang tak terungkap, sudah terlalu banyak salah yang belum ku utarakan. Sampai tak ada hati, kau berkata seperti itu. Tak ada tatapan mata yang kita jalani, sebab hati ku tidak terlalu tangguh untuk melihat kau meneteskan air mata. Kau bilang kau merindukan ku, begitu pun aku. Kau bilang kau menyanyangi ku, aku lebih menyanyangi mu. Kau bilang aku melupakan mu, berniat saja aku tak pernah. Kau menangis, menjatuhkan air mata mu di dalam raga yang berbeda, aku tak tega. Jatuh pula air mata ku dan tak ada kata yang terucap. Hanya anggukan kepala yang mengisyaratkan aku mengiyakan semua kata mu. Maaf, mungkin aku terlalu sibuk. Terlalu asyik dengan kota rantau ku, hinggg...