Surat Singkat

Mendung di Jakarta, 10 Februari 2016




Belakangan tak ada mentari, tapi masih tersimpan rindu di hati
Berkawan dengan jarak, memangkas ego yang memuncak.
Aku tak pernah merasa susah, sebab memikirkan mu adalah hal yang mudah.
Bila waktu telah setuju, akan ada hari di mana kita akan kembali bertemu.


Kekasih,
bila rasanya kau bosan, dengan segala ucap rindu yang ku haturkan, mohon dimaafkan.
sebab sudah tugas ku, untuk bersikap adil, dengan bersabar dan menunggu.
jangan pernah bosan dengan penat, bayangkanlah sebuah pelukan penuh hangat.
dalam doa yang senantiasa tertulis nama mu dalam baitnya, semoga rindu ini sampai kepada tuannya.


Surat singkat.
hanya ingin menjelaskan, bahwa pikiran terlalu sempit karena penuh dengan bayang mu.



-Sayang mu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tersadar

Penasaran

Untuk Akhir yang Bahagia