Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Monolog

Ketika aku bertemu dengan seseorang, tampak tak mengenal senyum untuk harinya, lalu ku bertanya "Ada apa?" Ia hanya menjawab "Aku tak mengerti." Di keesokan harinya aku kembali bertemu lagi dengan dirinya. Masih seseorang yang mungkin tak tahu bagaimana caranya untuk tersenyum. Aku pun kembali bertanya "Ada apa?" Dan lagi lagi jawaban yang ia berikan adalah "Aku tak mengerti." Aku pun semakin sering bertemu dengan dirinya. Semakin sering pula aku bertanya ada apa, semakin sering itulah juga ia memberikan ku jawaban bahwa ia tak mengerti. Lalu suatu hari aku ku ajukan padanya sebuah pernyataan "Aku tak mengerti" kemudian dia bertanya pada ku "Ada apa?" Sampai akhirnya aku tersadar, ia adalah aku. Seseorang yang tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.

Bagian Dari Usaha Ku

Aku ingat bagaimana untuk pertama pertemuan kita di depan gerbang itu. Mengulurkan tangan pun tidak, seakan-akan telah ribuan hari kita saling kenal. Setelah itu, bermimpi tentang menjadi milik mu tak pernah ku lakukan. Sebab aku takut, diri ini tak begitu baik untuk menjadi kepunyaan mu. Pertemuan berikutnya, lebih dekat. Bahkan tak ada lagi jarak di antara ruas jari. Kita saling mengisi, pun di dalam hati. Sedikit demi sedikit, bunga-bunga di taman pikiran dan perasaan telah bermekaran. Sehari, dua hari, seminggu, dua minggu, bila tak ada jumpa, lahirlah rindu. Adalah kita yang sedang saling membahagiakan kala itu. Sampai aku tahu bahwa mungkin setidaknya aku sedikit pantas untuk menjadi penghuni hati mu. Bermodalkan dengan sayang setengah ragu, ku katakan iya, saat kau bertanya sudikah aku menjalani lebih banyak hari dengan mu. Ku pikir, kebersamaan itu hanya semu. Sebulan dua bulan, ku kira kita akan saling bosan. Tapi ternyata tiap kesalahan yang saling kita buat, dapat de...