Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Menjadi Orang Tua.

Pekerjaan yang paling sulit adalah menjadi orang tua. Benarkah orang tua adalah pekerjaan? Bekerja untuk siapa? Siapa yang memberikan bayaran atas pekerjaan yang nantinya telah mereka lakukan? Belajar dari banyak hal. Membaca dari baca cerita. Dan menyaksikan banyak kejadian. Menjadi orang tua adalah pekerjaan yang sulit. Meski tak ada sepeser uang yang didapatkan dari pekerjaan ini, tapi dipertanggung jawabkan kepada Yang Memberi Pekerjaan. Banyak pengangguran di sana. Sepasang kekasih yang telah resmi hubungannya di mata negara pun agama yang dianutnya, tapi masih ada yang kurang dalam hidup mereka, sebab mereka belum bekerja. Mereka masih mencari, berusaha, dan berdoa untuk dapat mempunyai sebuah pekerjaan. Pekerjaan yang mengaharuskan mereka untuk menjaga, merawat, mengasuh, membimbing, menjadikan apa yang dititipkan kepada mereka sebagi makhluk yang benar-benar baik di muka bumi dan kelak dapat dengan tenang saat dikembalikan kepada Yang Maha Pemberi. Bukankah sulit melakukan ...

Tiba-Tiba Saja Terbayang

Untuk mu yang sedang ku bayangkan. Aku tak tahu, bagaimana rasanya. Aku tak tahu, bagaimana bisa kau berada di sana. Aku tak mengerti asal mula kau bisa di sana. Yang ku tahu dan ku mengerti adalah kau akan berada di dalam tubuhku. Hidup dari aku, bertahan hidup karena ku, dan kelak akan menjadi penerus hidup ku. Bagaimana ya rasanya ada keberadaan mu? Bagaimana ya rasanya ada detak jatung mu? Bagaimana ya rasanya ada sesuatu yang ku tahu ia hidup sama seperti aku? Bagaimana? Tak tahu. Yang ada dibayangan ku masih samar-samar. Aku akan menjadi guru mu. Bukan karena hampir 4 tahun aku menempuh kuliah pendidikan, tapi karena kamu adalah tanggung jawab ku. Pertama-tama dan utama adalah aku akan mengajari mu untuk berucap syukur. Meski ku tahu awal mula kau belum bisa berbicara, meksi ku tahu awal mula kau tak mengerti mengapa bisa ada di dunia, tapi percayalah, bersama dengan detak jantung di tubuhku dan ditubuhmu, aku akan mengajarkan mu bagaimana caranya berterimakasih de...

Terbiasa karena membiasakan.

"Mencintai bukan perkara ia yang selalu dan harus mau menjadi apa yang kamu inginkan, tapi lebih kepada kamu yang harus bisa dan membiasakan menerima ia yang begitu adanya." Sering kali diri ini lalai untuk bersyukur, acap kali terucap keluhan-keluhan dari mulut yang memang tak pernah alfa untuk berdosa. Tapi bagaimana? Aku hanya manusia biasa, hati ku pun tak bisa selalu dituntut untuk bahagia. Keputusan ku untuk menjadikan mu sebagai pernak-pernik dalam kehidupan ku adalah alasan untuk tetap menyirami cinta ini agar senantiasa selalu tumbuh tak pernah layu. Tapi bukankah untuk menanam diperlukan pupuk yang baik? Harusnya kau selalu pupuki itu dengan segala sifat baik mu tanpa pernah sedikit pun membuat ku kesal, tapi mengapa tak bisa seperti itu? Kau ingin melihat cinta ini layu? Dengarkan baik-baik, sesuatu yang telah layu tak bisa lagi kembali segar. Hanya tinggal menunggu tercabutnya akar dari tanah. Jangan biarkan cinta ini seperti itu. Bila sudah tak...