Menangislah : saat ini butuh.
Saya butuh bercerita, tapi mulut terlalu malas untuk berkata, jadi biarlah saya menumpahkan segalanya disini. Mungkin saya adalah satu-satunya makhluk yang tak pernah bisa untuk ikhlas. Itu adalah hal paling tersulit sekalipun soal matematika aljabar. Saya tak benar-benar bisa berkata "Yasudahlah, tak apa", selalu saja "Kenapa harus begini? Kenapa gak begitu? Tak bisakah begini?" selalu saja seperti itu. Sebab mengikhlaskan sebuah kepergian adalah hal yang sulit saya lakukan mungkin sampai di ujung nafas saya nanti. Kenapa mereka harus memutuskan bersama bila pada diri mereka berdua tak ditemui kecocokan? Kenapa mereka selalu saja berdiri pada prinsip hidup mereka masing-masing? Tak bisakah salah satu dari mereka mengalah? Apakah mengalah lebih sulit dari mengikhlaskan? Lalu kenapa mereka bersama? Apa karena mereka saling cinta? Lalu kenapa.... terlalu banyak kenapa di semua bagian otak ini hingga tak tau mana dulu yang harus dicari jawabannya. Pertanyaan yan...