Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Bagaimana kita saling membanggakan

Bye Skripsi! 6 Juli 2015, berlembar-lembar kertas yang saya susun hingga sedemikian tebal dan beratnya telah saya pertanggungjawabkan di depan 4 orang dosen penguji. Berhasil? Alhamdulillah. Papah, salah satu penyokong dana utama hidup saya di Jogja, meski dibantu dengan uluran tangan dari adiknya, yang mana merupakan om bagi saya. Papah gak pernah nanya bagaimana kuliah saya, bagaimana nilai-nilai saya di tiap mata kuliah dan kapan saya lulus. Gak, pertanyaan itu gak pernah dilontarkan oleh papah. Sekalipun iya, hanya sesekali, paling banyak dua kali. Tidak pernah diberikan pertanyaan semacam itu tidak lantas membuat saya cuek dan semena-mena dengan kuliah saya. Justru papah yang seperti itulah, membuat saya sadar akan tanggungjawab saya sendiri. Saya mempertanggung jawabkan bagaimana kuliah saya berjalan, saya mempertanggungjawabkan bagaimana hasil nilai-nilai saya, dan saya menargetkan kapan saya harus lulus. Saya mempertanggungjawabkan atas apa yang telah saya mulai, harus ju...