Cerita Tentang Jarak
"Kamu asalnya mana?" "Samarinda... Kamu?" "Jakarta..." Maka, bersahabat dengan jarak adalah hal yang di kemudian hari akan kita lakukan, menebarkan benih cinta agar tumbuh di tiap jalan sebagai jembatan yang kita bangun untuk sebuah pertemuan. Tanpa ada sedikit rasa khawatir pun ragu aku memberanikan diri untuk jatuh cinta kepada lelaki yang kampung halamannya hanya pernah ku jumpai di dunia maya. Aku tak pernah tahu, bagaimana panasnya matahari di rumah mu, bagaimana derasnya hujan yang jatuh di tanah pekarangan rumah mu, dan bagaimana rasanya semilir angin yang menari-narikan dedaunan di pohon-pohon yang tumbuh di depan rumah mu. Yang ku tahu hanya, dari rumah itu lahirlah sesosok manusia yang berhasil meyakinkan ku bahwa hatinya siap dihuni dan ditinggali oleh diriku. Jauh. Tak mudah untuk digapai genggam tangan mu, terlalu sulit untuk mendapat hangat dari dekap tubuh mu. Dekat. Meski kabar mu ku dapat setiap saat, dan suara mu dengan mudah ...