Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Hati, Jangan Sedih Lagi

Maaf, mungkin aku tak bisa menepati janjiku Untuk tak buat luka lagi pada mu, untuk tak buat mu sedih lagi Tapi tak banyak yang bisa ku lakukan, bahkan menghalanginya untuk pergi, bukan kuasa ku Maaf, lagi dan lagi kamu harus terluka padahal luka sebelumnya belum sepenuhnya sembuh Aku berusaha, menjaga dan tak menginginkannya Namun lagi lagi dan lagi bukan kuasa ku Maka terimalah, sakitnya, sekali lagi Atas apa yang sebelumnya sudah ku lakukan Hari-hari bahagia, yang mungkin sejenak buat mu lupa apa itu luka Tapi tak bertahan lama Semudah itu ia pergi, bahkan tak memberikan peluk perpisahan Hati, jangan sedih lagi Sebelumnya kita bisa, bahkan kita sudah meniggalkan segala bayang gelap di belakang Kita melangkah maju, meski kadang kenangan menghentikan langkah Mari kita nikmati Sakitnya, sekali lagi Menangislah Tak apa Itu adalah cara terindah untuk merelakan ia yang pergi Jangan berharap ia menengok ke kita Sebab hatinya terlalu keras, sebab egonya tak bisa kit...

Bay!

Jadi mau tanggal 7 atau tanggal 8? Tanggal 8 aja deh Biar apa? Biar ga putus hehehehehe. Singkat. Padat. Jelas. Iya sih tanggal 8 itu ga putus tapi katanya muter-muter di situ aja.  Ya kan katanya, kata saya mah engga.  Semoga. Kali pertama, saat siap untuk mengekspresikan segala kemarahan, tunggu bukan marah hanya saja kesal yang dipendam tapi kemudian tak ada respond dari yang bersangkutan. Loh? Saya ini mau marah loh. Dia kemana? Mengapa tak ada jawaban? Ternyata dia tidur. Ya mungkin daripada meladeni orang yang akan marah tanpa alasan yang jelas, lebih baik ia menggunakan waktunya untuk tidur. Toh dia percaya, keesokan harinya orang yang berkeinginan marah itu akan kembali ceria. Dan betul saja. Semudah itu ia mengenal saya, saya yang belum mengenal ia sepenuhnya. Kenal di mana? Di Tinder.  Saya yakin banyak di antara kamu yang tidak asing dengan kata itu. Tinder. Kok bisa? Bukannya di sana isinya lelaki aneh semua? Ih kamu ga takut di...

Selamat!

"Memberikan ucapan selamat kepada diri sendiri, karna pada akhirnya ia telah berhasil untuk tetap terus melangkah ke depan meski tak mudah, namun bisa." Satu tahun sudah. Hati yang mendadak menjadi gelap, karna telah ditinggalkan cahayanya. Sempat berpikir bahwa tak bisa lagi melanjutkan perjalanan. Semua gelap. Tak ada yang bisa dilihat. Kecuali luka, yang tak nampak namun jelas rasa sakitnya. Bagi Tuhan Yang Maha Baik, mengabulkan segala pinta umatnya adalah tugas-Nya. Terlebih memang bila yang diminta adalah apa-apa yang sesuai dengan kehendak-Nya. Sebab sebagai manusia, hidup hanya untuk sebagai pemeran dari segala cerita yang sudah selesai ditulis, meski kita belum tahu akhirnya. "Ya Tuhan, bila memang bukan dia yang terakhir, bila memang bukan dengan dia aku akan membuat cerita dalam hidup, bila memang bukan namanya yang Kau tuliskan untukku, maka pisahkanlah. Jangan biarkan aku terlalu lama bersama orang yang salah" -- seperti itulah yang bisa ...