Doa Dari Makhluk Yang Menapak Tanah.

Yogyakarta, 14 Februari 2014



Langit, kenapa kamu aneh pagi ini?
Baru saja aku selesai menjelajahi mimpiku, membuka mata untuk menyambut hari ku, tapi..kenapa warnamu aneh? Tak biru pun tak gelap. Ada apa? Ternyata hujan, bukan air melainkan abu.

Ini kali pertama aku merasakan, kali pertama mata ku secara langsung menyaksikan, dan kali pertama hati ini mengucap banyak kalimat suci karna tak percaya akan apa yang terjadi. Langit, kamu kenapa? Malam mu kemarin indah, tapi mengapa pagi ini seperti ini?

Jogjakarta tak seperti biasanya... Segala aktivitas yang harus ku jalankan hari ini semua dibatalkan. Entah harus senang, sedih atau tetap bingung dengan apa yang terjadi. Tak pernah merasakan seperti ini. Di kota kelahiran ku sana, tiap hujan selalu saja air. Saking selalunya, air pun bisa tak mengalir, menumpuk hingga banjir. Tapi ini abu, menumpuk membuat semuanya menjadi kelabu.

Oh baru aku sadar, Gunung Kelud disana sedang beraktivitas. Ya, ia menggantikan aktivitas ku hari ini. Aku bisa agak bersantai hari ini, dan ia yang bekerja. Bekerjalah sesuai apa yang sudah ditugaskan Sang Pencipta kepadamu wahai Gunung. Tapi ingat, jangan terlalu banyak menyakiti kami makhluk yang menapak tanah. Sebab apalah daya kami, hanya bisa mengeluh dan ingat Tuhan kami saat kejadian seperti ini.

Ya Rabb, Sinabung belum usai, jangan tambah lagi beban kepala negara yang akan digantikan tahun ini. Berilah sedikit kebahagian kepada beliau yang telah mengabdi beberapa tahun ini. 

Ya Rabb, lindungi mereka yang berjarak dekat dengan Gunung yang sedang Kau perintahkan untuk bekerja. Lindungi kami yang hanya bisa mengeluh ini. Semoga dalam tiap keluhan kami ada pula doa agar segelanya kian cepat membaik seperti sedia kala. Aamiin.

-Surat cinta mengandung doa-
Dari kami, makhluk yang menapak di tanah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tersadar

Penasaran

Untuk Akhir yang Bahagia