Aku (masih) Bagian Dari Kamu.

Jakarta, 4 Februari 2014



Dear, Si Baju Merah..


Setahun berlalu, tapi tak ada yang berubah dari linimasa mu. Beberapa foto dari akun mu yang hadir di linimasa ku masih tetap mengenakan apa-apa yang merah. Ya memang, aku masih menjadi bagian dari mu, si baju merah.

Setahun berlalu, dalam rangkaian kalimat yang ku rangkai untuk mu (Aku Bagian Dari Kamu) kini akan ada selembar lagi rangkaian kata yang ku buat untuk mu. Semoga yang kali ini mampu juga melelehkan hati mu seperti yang sebelumnya. Hehehe. Lembar pertama ku tulis dengan keberadaan ku satu kota dengan mu, tapi lembar kedua ini, aku berada di ibu kota. Ya tempat yang juga sering kamu kunjungi. Tak berharap aku kita bisa bertemu disini, aku berharap bisa selalu bertemu dengan mu disana, di kota istimewa, Jogjakarta.

Bang Al, surat pertama menjadi sebuah cerita pertama juga awal aku bertemu dengan mu di dunia nyata. Tapi surat kedua ini bukan berarti kedua kalinya kita bertemu, sudah lebih dari dua kali tapi belum melebihi sepuluh kali kita telah bertemu. Mungkin, kamu tak sadar akan pertemuan-pertemuan kita, sebab siapalah aku ini? Hanya pengagum setia tulisan-tulisan mu.

Bang Al, tak banyak yang berubah dari mu di pertemuan kedua, ketiga dan kesekian kalinya tapi belum lebih dari sepuluh kali. Kamu selalu saja menggunakan baju merah, topi, kacamata, dan beberapa kali aku berada dekat dengan mu wangi parfum mu tetap sama. Kalau begitu mudah sekali mencarikan mu hadiah untuk ulangtahun mu, sesuatu yang merah pastinya. Kita berada dalam bulan lahir yang sama, Oktober kan? Kalau benar berarti aku benar-benar pengagum mu. Kalau salah...ya masa kamu mau menyalahkan aku? Kata anak twitter cewek itu gak pernah salah bang, yang selalu salah kan cowok. Hahahah.

Bang Al, semoga kamu gak pernah berubah ya. Tetap jadi bang Alitt dengan tulisan-tulisan yang menyentuh dalam rangkaian kalimat yang pas dan gak berlebihan. Tetap jadi seorang penulis yang membuat aku (pembaca) bisa kadang mengangkat satu alis ku, bisa terangkat bibir ku untuk sekedar tersenyum, atau bahkan bisa menganggkat tanganku untuk sekedar menyeka air mata yang hampir menetes. Tetap banyak warna di tulisan mu.

Bang Al, udah surat kedua nih masa belum juga lulus? Semoga surat ketiga nanti isinya ucapan selamat atas wisuda mu ya. Hehehe.


Sukses selalu untuk semua yang kamu kerjakan, sehat selalu untuk badan yang kamu gunakan untuk bekerja, dan bahagia selalu untuk hidupmu.

Ditunggu novel selanjutnya, Bang...





With love,




@arahoy.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tersadar

Penasaran

Untuk Akhir yang Bahagia