Dica.
Jakarta, 5 Februari 2014
Pagi-pagi sudah bahagia, siapa lagi kalau bukan karna Dica.
Ada aja tingkah lakunya yang bisa bikin bibir ini terangkat untuk sekedar tersenyum atau pun sampai bersuara. Iya, aku tertawa. Karna Dica.
Terpisah ribuan jarak; aku di Jakarta, Dica di Samarinda. Tapi sebentar lagi kami bertemu kok, di Jogjakarta.
Sudah banyak tabunganku, bukan merupa materi melainkan rindu.
Sudah banyak cerita yang siap aku bagikan untuk mu, bukan melalui alat komunikasi melainkan dalam dekap hangat peluk mu.
Dan sudah banyak alasan untuk ku ingin segera bertemu, salah satunya; ya karna aku rindu.
Halo, Dica; aku sayang kamu.
Komentar
Posting Komentar