Dan begitulah seharusnya.

Yogyakarta, 23 Februari



"Biarkan aku melukiskan bayangmu, karna semua mungkin akan sirna."



Demi kamu, yang ada di pagi ku.
Demi senyum mu, yang memulai hari ku.
Demi suaramu, yang bangkitkan semangatku.
Demi hatimu, yang kini bersemayam di hati ku.

Perlahan tapi pasti, banyak hari sudah kita lewati.
Segala apapun yang terjadi, suka duka yang kita miliki adalah bagian perjalanan bahagia.
Bahagia, dimana tangis menjadi air mengalir yang sanggup menyapu segela ego dan amarah yang ada.
Tiap tetesnya yang jatuh, adalah tanda akan datangnya bahagia.

Tinggalkanlah tawa saat akhir penghabisan segala lara
Sempatkahlah peluk untuk rindu yang menumpuk
Rajut kenangan yang bisa diputar kembali saat ada jarak membentang.
Panjatkanlah selalu syukur atas kesempatan yang telah diberikan-Nya hingga kita bisa bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tersadar

Penasaran

Untuk Akhir yang Bahagia