Aku Bagian Dari Kamu..
Yogyakarta, 15 Januari 2013
Dear, Si Baju Merah.....
Bermula hanya dari dunia maya. Lewat layar segi empat sebuah alat teknologi dan kecanggihan internet serta sebuah jejaring sosial, aku mengenal mu. Awalnya agak ragu untuk meng-klik tombol "follow" itu, tapi setelah aku membaca seluruh isi timeline mu, ya tak ada salahnya untuk menjadi bagian dari followers mu.
Lalu aku membaca semua kisah mu. Lewat diary dunia maya mu, aku tau bagaimana kisah dalam hidupmu. Semua terangkum dalam diary dunia maya itu. Sedih mu, senangmu, bahagiamu, tangismu, semua ada disana. Menjadi satu dan terangkai dalam cerita untuk orang banyak. Ku baca satu per satu kisah yang terjadi dalam hidupmu. Alis ku kadang terangkat saat membaca sebuah kisah, senyum ku kadang terkembang dan tawa ku kadang meledak tanpa bisa aku kontrol saat berhadapan kisah konyol dalam hidupmu. Bang, hidup mu asyik, mungkin jauh lebih asyik kamu yang menjalani langsung itu semua.
Bang, mungkin kamu gak kenal aku, aku pun tidak begitu mengenal mu karena kita belum pernah secara langsung berkenalan seraya berjabat tangan. Kita terhubung dalam dunia maya, tanpa pernah sekalipun memiliki waktu bercengkrama di dunia nyata. Tapi itu tak masalah, karena mengikuti kisahmu dalam diary dunia maya mu adalah bahagia tersendiri untuk ku. Bang, kamu hebat. Sesekali hidupmu jatuh, kamu kembali bangkit untuk memperbaiki apa yang salah. Sesekali hidup mu bahagia tapi sedikit pun tak pernah kamu lupa untuk bersyukur, dan segala yang terjadi dalam hidup mu tidak berkeberatanlah dirimu untuk membagi semua nya untuk orang lain. Kamu, hebat :).
Lewat akun twitter mu, ku jelajahi hidupmu hari demi hari. Kekonyolanmu, fakta, dan tawa semua ada disana. Entah dulu ibumu ngidam apa sampai memiliki anak macam kamu, Bang. Kadang aku berpikir, apa hanya didunia maya hidup mu seperti itu, ataukah dunia maya itu jiplakan kehidupan mu bila didunia nyata? Entahlah, yang jelas aku padamu semenjak aku menjadi followers mu, Bang.
Tak sedikit dan tak jarang juga karya mu ditiru oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Tanpa peduli dengan jerih payahmu membuat karya, mereka mengakui apa yang tak mereka buat. Tapi apa yang kamu lakukan? Kamu santai bang, jarang sekali menganggap hal itu sebagai hal besar. Kamu besar hati, Bang. Jarang memperbesar suatu masalah dan memilih untuk segera menyelesaikannya. Percayalah bang, karyamu ditiru orang itu karena kamu keren, mereka iri karena tak bisa jadi seperti mu.
Mungkin istilah "From zero to hero" melekat kuat didirimu. Awalanya kamu bukan siapa-siapa, tapi dengan segala kisah dalam hidupmu dan kamu jadikan itu sebuah cerita untuk berbagi akhirnya kini kamu menjadi seseorang yang aku kagumi lewat karya. Aku belajar banyak hal darimu, Bang. Mulai menuliskan segala kisah indah hidupku dalam diary dunia mayaku. Ya aku tau, mungkin aku belum sehebat mu dalam merangkai kalimat demi kalimat, tapi jikalau dirimu memiliki waktu senggang, mampirlah ke diary dunia mayaku, sejenak membaca karya (yang belum hebat) seperti karyamu.
Tak sedikit dan tak jarang juga karya mu ditiru oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Tanpa peduli dengan jerih payahmu membuat karya, mereka mengakui apa yang tak mereka buat. Tapi apa yang kamu lakukan? Kamu santai bang, jarang sekali menganggap hal itu sebagai hal besar. Kamu besar hati, Bang. Jarang memperbesar suatu masalah dan memilih untuk segera menyelesaikannya. Percayalah bang, karyamu ditiru orang itu karena kamu keren, mereka iri karena tak bisa jadi seperti mu.
Mungkin istilah "From zero to hero" melekat kuat didirimu. Awalanya kamu bukan siapa-siapa, tapi dengan segala kisah dalam hidupmu dan kamu jadikan itu sebuah cerita untuk berbagi akhirnya kini kamu menjadi seseorang yang aku kagumi lewat karya. Aku belajar banyak hal darimu, Bang. Mulai menuliskan segala kisah indah hidupku dalam diary dunia mayaku. Ya aku tau, mungkin aku belum sehebat mu dalam merangkai kalimat demi kalimat, tapi jikalau dirimu memiliki waktu senggang, mampirlah ke diary dunia mayaku, sejenak membaca karya (yang belum hebat) seperti karyamu.
Sebelumnya aku selalu berharap, kelak waktu dan keadaan akan mengizinkan kita untuk sekedar bertemu muka meskipun hanya sebentar saja. Tapi ternyata semesta menjadikan nyata segala harapku. Lewat sebuah acara berbalut tawa kita dipertemukan. Saat itu aku melihatmu didepan mata ku, aku mendengar suaramu langsung dengan dua telingaku, dan terucap dibibirku "Oh, ini yang namanya bang Alit". Kamu sederhana, dan dari kesederhanaanmu itulah nyaman rasanya berada didekatmu.
Jarak kita, tidak lagi berbatas dunia maya, aku melihatmu kurang dari 1 meter dari mata ku. Dekat, bahkan anginpun membagikan harum tubuhmu yang bisa aku rasakan. Ya selain sederhana, kamu juga wangi bang, bikin aku makin betah ada didekat mu :"). Kalimat pertama yang keluar dari mulutmu "nonton dari awal gak? gimana? aku lucu gak?" dan sebuah senyum melesat dari bibirmu. Dan dari situ terekam jelas bagaimana suaramu. Aku tidak menjawab apa-apa. Hanya diam tanpa kata :").
Aku jatuh cinta dengan mu, Bang. Menaruh rasa pada setiap tulisan yang kamu buat. Tak ada satupun kisah mu yang aku lewatkan. Karena karya mu kini menjadi salah satu faktor bahagia dalam hidupku. Mungkinkah penulis jatuh cinta dengan pembacanya? Entahlah. Hanya semesta yang tau jawabannya.
Bila kamu membaca surat ini, semoga kamu bisa terus berkarya bang, terus bisa bahagiakan aku yang kini menjadi bagian dari hidupmu juga. Jangan kecewakan aku bang, jangan pernah bikin aku menyesal telah mengenalmu. Seperti yang abang selalu bilang "Berbagi, tak pernah rugi :)", so terus berbagi kisah mu sama aku ya bang, pembaca setia mu :D.
Oiya cepet lulus juga ya bang, udah gak sabar nih mau jadi pendamping wisuda abang hehehhe :)
Dari aku,
yang selalu ada, dalam dunia mayamu
Rangkaian kata-katamu luar biasa nak.. Indah. :)
BalasHapusgak seberapa sama tulisan mu bang. makasih bang. gak punya banyak waktu buat ketemu langsung sama abang, jadi curhat lewat surat ini deh. maaf ya bang kalo ada yg gak berkenan di hati heheh
Hapus