Arti Mu Bagi ku
Jakarta, 30 Januari 2013
Kamu, Saungku,
Hai, apa kabar? Dalam surat ini akan ku jelaskan arti mu bagi ku. Kamu adalah Saungku. Mengapa begitu? Ku jelaskan.
Saung adalah tempat dimana letaknya jauh dari keramaian, jarang diketahui orang, tidak berdinding, oleh sebab itu tidak punya ikatan. Kamu saungku yang jauh dari keramaian, ya bersama mu hanya tenang yang ku rasa, tidak ribut dan tak ada hal berisik yang menggagu pendengaran, hanya tenang dan bahkan semilir angin pun bisa aku rasa. Kamu saungku yang jarang diketahui orang atau mungkin tak ada satupun orang yang tau bahwa kamu adalah saungku. Kamu jarang diketahui orang oleh sebabnya kamu hanya aku yang miliki. Dirimu hanya untuk aku, tanpa banyak orang yang akan singgah.
Kamu tidak berdinding layaknya rumah, oleh sebab itu tak ada hal yang bisa aku sembunyikan dari mu. Semuanya kamu tau, dan tak ada yang bisa ku rahasiakan. Bila kau rumah, aku bisa menyembunyikan tangisku dengan membelakangi mu dan mengedepankan diriku didepan dinding. Aku bisa berkata baik-baik saja padamu padahal aku sedang menangis didepan dinding itu. Sedangkan karena kau saung, tangis dan tawa ku, kau lihat semua.
Kamu itu adalah saung, tempat kapan pun aku mau datang ya aku akan datang, sedih atau senang aku akan datang, datang tanpa ada ikatan. Tidak seperti rumah yang mengikat terlalu erat, kemanapun kau pergi kau harus kembali lagi kesana, tidak bebas. Aku tau sakit mungkin dijadikan saung, apalagi kalau ternyata aku sudah punya rumah yang tepat untuk ku tinggali. Tapi percayalah aku selalu punya cerita dengan mu yang tak mungkin akan aku lupakan. Dan kelak cerita itu akan ku bagi dengan rumahku, agar ia tau, sebelum aku menemukan rumah, aku punya tempat singgah terbaik dalam hidupku, dan itu kamu, Saung ku.
Saungku, maafkan bila aku hanya singgah sesekali. Tapi percayalah dalam hari ku, tak ada satu waktupun yang ku lewati tanpa singgah ke tempatmu. Kamu akan jadi tempat terbaik yang akan selalu aku kenang. Sekalipun, mau ada angin topanpun, jangan pernah roboh, yakinlah selalu, aku selalu membutuhkanmu.
Dari aku,
Musafir pencari Rumah yang selalu singgah.
Komentar
Posting Komentar