Untuk Kalian Yang Bebas


Yogyakarta, 16 Januari 2013



Kalian, yang mampu terbang.......

          Hai kalian yang bisa terbang, bagaimana kabar langit hari ini? Indah? Ataukah mendung? Apapun keadaan langitnya, beruntungnya kalian yang bisa menikmati langit secara dekat serta bisa bermain dengan tumpukan-tumpukan awan. Aku disini? Hanya dapat memandangi langit dengan jarak yang membentang dan merasa iri karena tak dapat bermain dengan awan seperti kalian, iya kalian, burung-burung bebas disana.
          Surat ini aku tulis agar kalian tau, betapa irinya aku kepada kalian. Sampai aku menangis dan air mata ku pun berubah jadi darah, aku tak akan bisa menikmati langit seperti kalian. Kalaupun bisa, aku harus menaiki kendaraan besi raksasa itu, dan itupun membuat ku terikat, tidak bebas berkeliaran seperti kalian, hai burung-burung bebas diangkasa.
          Apa sih rasanya bisa melihat segalanya dengan bebas tanpa batasan? Apasih rasanya bisa menari dilangit tanpa harus menginjakan kaki ditanah? Apasih rasanya bisa bernyanyi dan dalam seketika suara kita terdengar ke seluruh penjuru angkasa? Dan apasih rasanya bebas melayang seakan tak memiliki gravitasi?
          Jadi tak berniat kah salah satu dari kalian untuk bertukar posisi sementara dengan ku? Aku memiliki kedua sayap salah satu dari kalian dan kamu memiliki kedua kakiku. Ayolah, aku hanya ingin merasakan menghirup oksigen langsung dari angkasa. Bukankah kalian juga ingin menikmati rasanya berjalan dengan kaki yang sempurna? Ayolah, kita lakukan pertukaran ini walau hanya sebentar saja.
          Hai burung-burung, pasti jadi kalian menyenangkan bukan? Kalian bisa dengan bebas melihat apa yang sedang dikerjakan oleh dia yang aku cinta. Tidak seperti aku yang selalu menunggu dengan cemas kabar darinya. Apa yang sedang dia lakukan burung? Adakah dia main belakang dengan menggandakan cintanya? Kalau iya, hukum dia. Kotori saja kepalanya dengan kotoranmu. Seenaknya menduakan cinta yang padahal disini aku susah payah menjaganya.
          Jadi, andaikan kalian diberi kesempatan menjadi manusia apa yang akan kalian lakukan? Pertanyaan yang sama pasti akan kalian utarakan kepadaku. Baikalah akan aku jawab. Bila aku diberi kesempatan untuk sekali menjadi burung seperti kalian, aku akan gunakan kesempatan itu untuk terbang bebas, sejauh mungkin tanpa pernah berpikir untuk kembali. Aku akan terbang seraya menjatuhkan satu per satu beban yang ada dipundakku. Aku akan terbang sembari melatunkan nada-nada indah diangkasa sana. Aku akan terbang tanpa pernah berniat melihat ke bawah, aku akan bermain dengan awan dan menjadikan nya tempat untuk melepas lelah. Aku akan berteriak di angkasa, melepaskan tangisku dan membiarkan nya jatuh ke tanah. Orang-orang tak kan ada yang tau bahwasanya aku menangis, mereka hanya tau, air yang jatuh dari langit itu adalah hujan.
         Aku sadar itu semua hanyalah harap ku, berbatas imajinasi, tanpa pernah menjadi nyata. Baiklah burung-burung, tetaplah terbang bebas diangkasa sana, tanpa pernah mempedulikan aku yang jarang bersyukur ini. Terbanglah yang jauh, kepakan sayap kalian kemana pun kalian ingin terbang, selangi kalian bebas dan tak terkurung dalam sangkar.




Dari aku,
Manusia yang berharap punya sayap

Komentar

  1. dan itu hanya sebuah ilusi

    salam kenal kaka :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi kalo jd nyata seru juga kali ya XD

      salam kenal juga :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tersadar

Penasaran

Untuk Akhir yang Bahagia