Waktu
Jakarta, 28 Januari 2013
Untukmu, Waktu
Kepadamu yang terus memburu, dear waktu. Tak pernah sedikitpun kau berhenti untuk izinkan aku menikmati dengan puas apa yang terjadi dalam hidupku. Tak pernah sedikitpun kau memberikan ku kesempatan untuk memutar masa, dan membiarkan ku kembali merasakan masa yang pernah aku lalui tanpa kepuasan. Tak pernah sedikitpun kau mengizinkan ku untuk membekukan diriku bersama orang-orang yang aku sayang agar mereka tak lantas pergi meninggalkanku. Karna kau waktu, yang selalu memburu.
Kau satu-satunya yang paling egois. Kau terus berjalan meski aku tak pernah menginginkan. Kau terus berputar meski aku belum selesai menikmati waktu saat aku senang. Kau tak perduli, apa aku suka atau duka kau terus saja bertambah tanpa sedikitpun kau merasa lelah. Karena kau waktu, yang lagi dan lagi selalu memburu.
Padahal bila kau tau, aku ingin sekali kau memberikan ku kesempatan. Kesempatan untuk menghentikan waktu saat bersama orang-orang yang aku sayang, agar mereka yang ku sayang tidak merasa terbuang saat suatu ketika aku tak punya waktu untuk mereka. Aku pun ingin sekali memiliki kesempatan untuk mengulang masa yang tak puas aku jalani. Masa dimana disana ada wanita yang sangat aku cinta, wanita yang tak pernah lelah dan letih mengusap rambutku sebelum aku terpejam, tapi kini wanita itu telah memiliki kehidupan yang baru, hidup yang tak lagi sama dunia dengan ku.
Kepada waktu yang terus memburu, aku mengerti bahwa tak ada kuasa ku untuk mengatur mu, sebab kau telah berjalan seusai dengan apa yang diperintahkan-Nya.
Dari aku,
yang berada dalam detik, menit dan jam mu.
Komentar
Posting Komentar