Untuk Cinta.
Yogyakarta, 13 Feberuari 2015
"Ketika kamu sudah yakin untuk
hidup bersama dengan seseorang yang kamu cintai dan kasihi, ia adalah
sebenar-benarnya sosok yang akan selalu ada bersama di sepanjang
hidupmu. Tapi bila satu waktu dari kebersamaan itu muncul keraguan,
apakah cinta boleh ragu?"
Segala
yang berhubungan dengan hati selalu saja perasaan yang digunakan. Tak
bisakah barang sesaat menggunkan akal? Sebab masalah hati tak melulu
harus dirasa, sesekali perlu dipikir dengan logika, dengan akal, dengan
kepala yang dingin tanpa ada rasa panas dari emosi yang ada.
Hal
yang paling sulit dalam hidup mungkin 'memutuskan'. Bila banyak pilihan
yang tersedia, tak bisa memilih kesemuanya, sebab hanya manusia serakah
yang menginginkan kesemuanya. Manusia bijak harus dapat memilih, harus
dapat memutuskan mana sekiranya yang terbaik dari yang baik. Apabila
pilihannya salah, tak mengapa. Setidaknya ia telah mencoba memutuskan,
untuk hidupnya.
Tapi
berapa kali manusia melakukan kesalahan dalam hal memutuskan di
hidupnya? Mungkin tak banyak, bila sebenarnya mereka sadar, mereka tak
salah memutuskan, hanya saja tak bersyukur atas pilihan yang telah
mereka pilih sendiri. Harusnya sejak awal, sebelum memutuskan, mereka
harus tahu, kebaikan apa dan keburukan apa yang akan mereka terima
berdasarkan pilihan mereka.
Lalu
bagaimana dengan persoalan cinta? Dengan persoalan hati? Masalah
memutuskan untuk masa depan? Bukankah itu bagian tersulit dari semua
yang sulit? Bagaimana bila salah memilih? Terjebak dengan kesalahan?
Memutuskan untuk berpisah? Bolehkah ragu, bila cinta?
Saat
bersama dengan seseorang yang sudah kau putuskan untuk mejadi belahan
jiwa mu, tak melulu semua jalan sesuai seperti inginmu. Sebab bukan
hanya kepala mu yang ada di jalan itu, bukan hanya hati mu yang ada di
jalan itu, dan bukan hanya ada mimpi mu yang menggantung di jalan itu.
Di sana juga ada kepalanya, kepala yang juga sama berisi jutaan pikirian
ingin apa dan mau apa saat di perjalanan itu. Di sana juga ada hatinya,
hati yang juga sama berisi jutaan rasa yang bersemayam di tiap senti di
jalan itu. Dan di sana pula juga ada mimpinya, mimpi yang mungkin tak
semua harus sama dengan mimpimu. Ia memiliki mimpi lain, karena hidupnya
bukan hanya untuk mu, hidupnya juga untuk dirinya sendiri, untuk
orang-orang yang juga ia cinta selain kamu. Tapi perhatikan lah
baik-baik, meski mimpinya bukan tentang kamu, tapi jalan yang akan dia
tempuh untuk meraih mimpi itu tetap jalan yang akan ia tempuh bersama
mu.
.......................
Apa
cinta boleh ragu? Keraguan yang timbul saat keadaan yang tak sesuai
dengan apa yang diharapkan. Aku sadar kini hidup ku tak sendiri, aku
punya dia. Sosok yang sering menimbulkan keraguaan. Menimbulkan
pertanyaan dan pergi begitu saja tanpa meninggalkan jawaban.
Apakah
aku siap menyambut matahari dengan ia yang kadang sifatnya pun tak bisa
ku terima dengan akal? Apakah aku siap bersama dengannya menjalani hari
yang terik dengan segala tingkah lakunya yang kadang buat ku marah?
Apakah aku siap menikmati indahnya senja dengan dia yang kadang diam,
sunyi, layaknya sehektar pemakaman? Apakah aku siap melepas lelah dengan
cahaya bulan bersama dia yang sifat kerasnya mengalahkan keras batu
karang di lautan? Apakah aku siap? Apakah aku ragu? Apakah cinta, boleh
ragu?
Belum
ada ku temukan jawaban apakah cinta itu boleh ragu atau tidak.
Satu-satunya jawaban yang ku miliki adalah aku mencintainya meski ia
sering membuat ku ragu, tapi aku cinta dengannya.
Sebaiknya cintai saja meskipun ragu :)
BalasHapus