Menunggu
11 Februari 2017
Merindukan mu.
Saat pertama bertukar nama, Tuhan menyediakan sepasang kekasih yang terikat cinta sebagai pemberi nama terindah kepada mu.
Merindukan mu.
Saat pertama melihat senyum tulus yang kau kembangkan dari telinga ke telinga. Dari situ aku tahu, bahwa ku harus siap untuk jatuh.
Jatuh cinta.
Memberanikan diri untuk menyapa lewat sebuah teks yang beribu kali ku hapus tulis isinya. Mempersiapkan diri kalau ternyata teks ku tak berbalas. Tapi mungkin Tuhan setuju, dari situ kita diizinkan untuk memulai apa-apa yang mungkin tanpa sengaja telah kita doakan.
Hari-hari yang telah kita lalui. Kenangan demi kenangan yang telah kita ciptakan. Semoga semua yang mengandung namamu, adalah hal yang tak kan berusaha untuk ku lupakan.
Maka tetaplah di sini.
Tetaplah menerima ku meski kadang ego ku sulit untuk ditaklukan.
Tetaplah menerima ku meski kadang cemburu ku tak memiliki alasan.
Tetaplah menerina ku meski kadang marah ku sulit untuk dipadamkan.
Ingatlah, sudah terlalu banyak harapan yang kita layangkan kepada Tuhan. Terlalu banyak semoga yang kita panjatkan. Hanya tinggal menunggu waktu, untuk menantikan semua menjadi kenyataan.
-kasih
Merindukan mu.
Saat pertama bertukar nama, Tuhan menyediakan sepasang kekasih yang terikat cinta sebagai pemberi nama terindah kepada mu.
Merindukan mu.
Saat pertama melihat senyum tulus yang kau kembangkan dari telinga ke telinga. Dari situ aku tahu, bahwa ku harus siap untuk jatuh.
Jatuh cinta.
Memberanikan diri untuk menyapa lewat sebuah teks yang beribu kali ku hapus tulis isinya. Mempersiapkan diri kalau ternyata teks ku tak berbalas. Tapi mungkin Tuhan setuju, dari situ kita diizinkan untuk memulai apa-apa yang mungkin tanpa sengaja telah kita doakan.
Hari-hari yang telah kita lalui. Kenangan demi kenangan yang telah kita ciptakan. Semoga semua yang mengandung namamu, adalah hal yang tak kan berusaha untuk ku lupakan.
Maka tetaplah di sini.
Tetaplah menerima ku meski kadang ego ku sulit untuk ditaklukan.
Tetaplah menerima ku meski kadang cemburu ku tak memiliki alasan.
Tetaplah menerina ku meski kadang marah ku sulit untuk dipadamkan.
Ingatlah, sudah terlalu banyak harapan yang kita layangkan kepada Tuhan. Terlalu banyak semoga yang kita panjatkan. Hanya tinggal menunggu waktu, untuk menantikan semua menjadi kenyataan.
-kasih
Komentar
Posting Komentar