Jangan Seperti Itu

8 Februari 2016

Mereka bilang jarak adalah resep terbaik untuk ciptakan rindu. Mereka bilang saat berjauhan, maka tak ada hal buruk yang akan terjadi kecuali hati yang terus mengemis untuk bertemu. Adakah mereka benar? Atau aku yang salah karena terlalu percaya?

Berada dalam persimpangan jalan, untuk menentukan mana jalan selanjutnya yang akan ku pilih saja aku tak tahu. Berhenti. Berpikir. Terlampau sering berpikir hingga lupa untuk bernapas. Rasanya sesak. Tak seberapa sesak bila dibandingkan dengan sesaknya hati saat diacuhkan.

Apakah aku penting?
Adakah hadir ku menjadi suatu keharusan dalam hidup mu? Ataukah aku hanya sekedar hiburan, yang sesekali kau datangi saat kau telah jenuh dengan hidup mu? Coba tuk jangan terlalu peduli dengan apa-apa yang masih belum jelas di masa depan, masa yang kata mu sedang kau persiapkan untuk kita.

Cobalah tuk lihat aku.
Perhatikan aku. Seseorang yang masih kamu milki di masa sekarang.
Sebelum akhirnya masa depan kita telah siap, tapi aku hanya hadir dalam kenangan.



-aku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tersadar

Penasaran

Untuk Akhir yang Bahagia