Singkat saja.
Tuhan......
Aku ingin sama dia terus.
Karena dia terus buat aku tertawa
Karena dia terus ada, waktu ku butuhkan.
Karena dia tenangkan aku dalam segala kondisi.
Karena dia yang memimpin ku dalam sujud.
Bila tak bertemu, membayangkan tingkahnya pun aku bisa tertawa.
Bila tak bertemu, membaca tiap pesan yang masuk ke telepon genggam ku pun bisa merekah senyumku.
Bila tak bertemu, mengingat kembali semua hal yang tlah ku lalui bersamanya pun aku jadi malu.
Bila tak bertemu, mendengar suaranya pun tumbuh bahagiaku.
Karena itu, aku mau sama dia terus, Tuhan.
Cintaku padanya tak kan melebihi cinta ku pada-Mu, Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyanyang.
Semoga kali ini Kau dan aku sepakat, bahwa dia adalah yang terakhir dan akan jadi selamanya.
Singkat saja,
Aku mencintainya karna hati dalam tubuhku yang tlah Kau berikan, Tuhan.
Singkat saja,
Syukur ku atasnya tak akan pernah usai, sebab kini bertambah lagi anugerah dalam hidupku.
Aamiin.
Aku ingin sama dia terus.
Karena dia terus buat aku tertawa
Karena dia terus ada, waktu ku butuhkan.
Karena dia tenangkan aku dalam segala kondisi.
Karena dia yang memimpin ku dalam sujud.
Bila tak bertemu, membayangkan tingkahnya pun aku bisa tertawa.
Bila tak bertemu, membaca tiap pesan yang masuk ke telepon genggam ku pun bisa merekah senyumku.
Bila tak bertemu, mengingat kembali semua hal yang tlah ku lalui bersamanya pun aku jadi malu.
Bila tak bertemu, mendengar suaranya pun tumbuh bahagiaku.
Karena itu, aku mau sama dia terus, Tuhan.
Cintaku padanya tak kan melebihi cinta ku pada-Mu, Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyanyang.
Semoga kali ini Kau dan aku sepakat, bahwa dia adalah yang terakhir dan akan jadi selamanya.
Singkat saja,
Aku mencintainya karna hati dalam tubuhku yang tlah Kau berikan, Tuhan.
Singkat saja,
Syukur ku atasnya tak akan pernah usai, sebab kini bertambah lagi anugerah dalam hidupku.
Aamiin.
Komentar
Posting Komentar