Berantakan!

Sudah lama tak seperti ini, sudah lupa bahkan bagaimana rasanya, lalu terjadi lagi.
Kalut sekalut-kalutnya tanpa pernah mengerti akar masalahnya bisa seperti ini itu apa.
Baru kemarin lupa kapan terakhir kali menumpahkan air mata, dan kemudian hari ini habis-sehabis-habisnya air mata itu tumpah. Ntah karena apa. Ingin saja rasanya mengeluarkan semua yang tertahan. 

Harusnya yang seperti ini tak pernah terulang lagi, harusnya kini sudah pandai bahkan sudah harus sangat pandai mengatur emosi, tapi lagi dan lagi gagal. Banyak pihak mungkin yang tak paham atau malah membenci aku yang seperti ini. 

Tak tau kemana harus bercerita kalau sudah seperti ini. Rasa-rasanya pun percuma, karna diri sendiri pun tak mengerti apa yang harus diceritakan. Kalau pun ada orang yang mengerti, tapi dia sudah diharamkan untuk ku hubungi sekarang.

Berharap penuh sama kamu yang bisa menetralkan semua, tapi apa? Malah semakin membuat buruk semuanya. Ah tidak juga, mungkin aku saja yang terlalu berdrama hari ini. Ya maaf, aku tumbuh besar dengan sendirinya, dengan segala usaha dan upaya ku untuk bisa mengontrol dan memahami emosi ku sendiri. Tak ada pangkuan ibu untuk tempat ku menjatuhakan air-air mata ini.

Ntah ini yang keberapa kalinya mungkin mamah kecewa sama aku. Karna lagi dan lagi ternyata aku belum bisa dewasa, umur saja yang bertambah tua, tapi sifat dan tingkah laku ku tak mengikuti usia. Tapi semoga pelajaran ku dalam proses belajar menjadi dewasa semakin banyak, agar sempurnanya dewasa ku kelak.

Lelah sudah mata ini basah, hari ini kelabu, langit pun mendukung. Ia tak jadi menitikan air dari tempatnya, karna ia tau akan ada aku yang akan menggantikan tugasnya. Langit tak ingin bersaing dengan ku, mungkin ia mengizinkan aku untuk melepas beban ku sejenak dengan tangis hari ini. Terimakasih ya langit atas pengertian mu. Sampaikan rindu ku pada mamah, katakan padanya setelah tulisan ini, aku akan jauh lebih baik.

Mari beristirahat untuk hari ini, hari yang berantakan.
Semoga akan ada esok yang jauh lebih tersusun rapih dari hari ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tersadar

Penasaran

Untuk Akhir yang Bahagia