Sekali-kali, tak apa kan?

"Perempuan kadang hidup di dalam pikirannya sendiri, yang ia buat, yang ia ciptakan, dan ia pula yang tidak tahu kebenaran akan pikirannya tersebut. Ya itu kami, perempuan."



Pikiran buruk mu mana yang tak pernah menggangu? Ragu? Cemburu? Mana diantara itu yang selalu mengganggu? Ku rasa keduanya. Bersaing dalam pikiran, saling menguatkan dugaan, tanpa pernah tau soal kebenaran.

Aku, ragu. Bukan ragu akan cinta mu padaku. Bukan juga ragu bahwa kau sayang atau tidak pada ku. Bagiku tak ada waktu untuk meragukan itu semua. Sebab bilanya kau tak cinta dan sayang padaku, tak mungkin kini kau jadi milikku. Tapi aku ragu pada hatiku sendiri, yang sulit percaya bahwa kau telah lepas dari masa lalu mu. Sudahkah bisa sepenuhnya kau pergi dari masa lalu mu? Sudahkah bisa semampunya kamu berjalan tanpa pernah melihat lagi ke belakang? Sudahkah bisa seutuhnya kamu menerima ku tanpa pernah membandingkan ku dengan yang ada di masa lalu mu? Sudahkah? Bisakah? Itu yang ku ragukan. Sebab aku tahu, mungkin aku tak sebaik yang ada di masa lalumu, tapi kini, ia telah meninggalkan mu bukan? Sedangkan aku? Masih bertahan disamping mu, meski sering melihat mu  (masih) (kadang) (ada hubungan) dengan dia. Ia dia, yang pernah mengisi hatimu meskipun mungkin hanya sebentar.

Aku, cemburu. Cemburu adalah rasa dimana saat aku merasa iri dengan orang lain karena orang itu bisa lebih dekat atau bisa lebih, lebih, dan lebih lainnya dengan mu, sedangkan aku tidak. Iya aku cemburu. Meski kadang bibir berkata tidak, tapi hati? Menjeritkan kata iya. Tapi tenang, cemburu ku masih dalam batas wajar. Tak masalah seberapa banyak perempuan lain yang dekat dengan mu, sedekat-dekatnya mereka dengan mu, tak mungkin sedekat aku dengan mu. Dimana aku bisa mendengar degup jantungmu dalam pelukan. Sedangkan mereka? Tidak. :)

Tapi.....Tolonglah mengerti. Tolonglah hargai, rasanya jadi aku. Cemburu paling besar adalah ketika tau kamu masih dengan masa lalumu. Itulah yang membuat jutaan pikiran tanpa kebenaran bersemayam di pikiran ku. Bagaimana kalau begini saja, kamu boleh masih menjalin apa yang ingin kamu jalin bersama dia, tapi dibelakangku. Tanpa pernah aku tau. Bagaimana? Dengan begitu aku tak merasa disakiti dan kamu pun tak merasa terkekang. Kamu bebas, asal masih dalam batasan. Percayalah akan sebuah hukum "sebab-akibat" yang mungkin telah kamu ketahui. Sebab kamu masih berhubungan dengan seseorang di masa lalu, akibat-nya mungkin suatu saat aku juga begitu dan giliran mu yang cemburu. :)

Sekali-kali saja aku begini tak apa kan? Sebab hatiku tak terbuat dari besi, yang sulit hancur meski ribuan kali dibakar dalam api.



......ini hanyalah sebuah tulisan, mewakili banyak perasaan, yang sulit diucapkan oleh lisan. Salam rindu, dari yang sedang cemburu.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tersadar

Penasaran

Untuk Akhir yang Bahagia