Pagi ini, kamu.
"Belakangan ini terlalu sering melepas rindu dengan orang-orang tersayang hanya sekedar lewat mimpi. Seakan-akan enggan untuk bangun. Pagi ini, kamu"
Itu adalah tweet pertama ku pagi ini. Memang akhir-akhir ini aku sudah mulai jarang untuk berkicau di sosial media itu. Waktu ku lebih sering ku pakai untuk baca novel, bercerita disini, dan untuk tidur. Tidur? Ya tentu saja. Seperti yang sudah ku katakan, belakangan ini aku terlalu sering melepas rindu dengan orang yang ku sayangi lewat mimpi. Jadi enggan untuk ku bangun, dan memutuskan untuk kembali tidur. Di dunia disana lebih menyenangkan dan menenangkan, untuk saat ini.
Pagi ini aku bermimpi tentang mu. Ntah ini kali keberapa aku memimpikan mu. Yang jelas ini bukan untuk yang pertama. Sejak pertengakaran kita, lalu perubahan sikap dingin mu kepada ku, sejak saat itu aku sering memikirikan mu. Ada yang bilang, ntah itu siapa, aku lupa. Ia berkata: "Biasanya kalo kamu sering mimpiin dia, sebelum tidur kamu mikirin dia terus." Katanya begitu. Ah, andai aku ingat siapa yang berkata seperti itu, pasti sudah ku katakan padanya bahwa dia benar. Ya, akhir-akhir ini aku lebih sering menghandirkan mu dalam kenangan yang sudah berhasil kita buat, meski belum banyak.
Aku ini pelupa, sebabnya ku jadikan semua yang menurut ku berharga menjadi sebuah cerita. Agar ketika aku ingin mengingatnya, aku hanya tinggal membaca.
Selepas subuh, selepas aku bersujud kepada Sang Pecipta, aku berdoa pada-Nya, agar aku ditemukan kembali oleh mamah ku dalam mimpi. Tapi ternyata tak dikabulkan. Ya tak apalah. Aku tahu, pengabulan doa itu terbagi tiga: Iya. Tidak. Dan diberikan yang lainnya. Kali ini, aku diberikan yang lain. Tuhan Maha Mengetahui apa-apa yang aku butuhkan, bukan yang aku inginkan. Makanya ia hadirkan kamu dalam mimpi ku, di tidur ku pagi ini.....
Dalam mimpi itu, salah satu tangan ku dan tangan mu berada dalam satu borgol. Layaknya penjahat kelas kakap, aku pun tak tahu alasan apa yang membuat kita diborgol seperti itu. Tak banyak yang ku ingat soal mimpi itu, karena sudah ku katakan bukan kalau aku ini pelupa. Maaf ya. Hehehe. Yang jelas, semenjak borgol itu menyatu di tangan kita, kita tak bisa pergi bebas kemana-mana. Kalau ingin pergi ya harus berdua. Jangan dibayangkan bagaimana kita harus ke kamar mandi, sebab di dalam mimpi ku tak ada adegan itu. Hahahahhaha. Kita bertengkar karena ego kita, kamu mau kesana, aku mau kesini. Tapi mana bisa pergi sendiri-sendiri dalam kondisi tangan yang menyatu. Selain itu, di mimpi itu juga kita terlihat bahagia, melakukan hal konyol bersama, dan tawa tiada henti. Seperti nya itu juga yang kita lakukan di dunia nyata, ingat? :)
Ingin ku ceritakan mimpi ku yang lain, dimana disana ada kamu. Tapi aku lupa. Soalnya sehabis mimpi itu tak cepat-cepat ku tuang dalam tulisan seperti ini. Heheheh.
Mungkin hal yang bisa diambil dari mimpi ku pagi ini adalah, bahwa kebersamaan yang terus menerus dengan mu, selalu bertemu juga tidak baik untuk hubungan kita. Kita perlu ruang, dimana kamu bersama hidupmu, aku bersama hidupku, lalu ada satu ruang dimana kita dengan hidup kita. Dengan begitu kita tak akan merasa begitu terkekang. Sebab kita kan bukan hewan peliharaan yang harus selalu berada dalam satu kandang, bukan? :)
Satu hal yang selalu ku katakan: "Selesaikan dulu urusan mu. Aku bisa menunggu."
Dan itulah yang ku lakukan sekarang.
Kita senang menabung rindu, mempermainkan waktu, sampai menemukan saat yang tepat untuk kembali bertemu.
Terimakasih untuk pagi bahagia, meski itu tak nyata.
Har.
Komentar
Posting Komentar