Mah, dimana sih?
Hey, Mah! Apa kabar? Ini puasa entah kali berapa gak sahur bareng mamah. Sekarang tau kan aku sahur dimana dan sama siapa? Iya di kosan dan sendirian. Hebat kan anak mu sekarang? Lebih dari sekedar mandiri hehehehe.
Tadi mamah kemana? Kita sempat (hampir) bertemu meskipun hanya dalam mimpi. Ya semenjak mamah pergi duluan untuk tinggal di langit sana, pertemuan kita hanya sebatas dunia mimpi. Tak apa, kalau lewat itu bisa melepaskan rasa rindu yang kita punya. Tapi, tidak untuk kali ini. Belum sempat kita bertemu, alarm ku sudah berbunyi. Sepagi ini aku benci banget dengan bunyi alarm itu. Kalau saja alarm itu bisa lebih bersabar dan menunda untuk berbunyi, mungkin akan ada sebuah pelukan yang mamah kasih buat aku. Ntah harus dengan kata apa harus ku ceritakan kalau aku kangen sama mamah.
Aku, mamah, papah, dan rumah kita. Iya mimpi ku tadi seakan-akan menjelaskan secara sempurna kalau itu nyata. Aku bangun dari tidur ku, lebih tepatnya tidur di dalam mimpiku. Aku mendengar suara mu, lalu ku putuskan untuk menemui mu. Tapi begitu aku keluar dari kamar ku, tak ada sosok mu yang ku lihat. Disana hanya ada papah. Ku tanyakan padanya: "Pah, mamah mana?". Tapi tak ada jawaban. Papah hanya terdiam, dan mungkin hanya melamun. Lalu ku putuskan untuk mencari mu di tiap sudut rumah kita itu. Tapi tak ada hasilnya. Aku tak berhasil menemukan mu, Mah. Lalu ku putuskan untuk kembali ke kamar.
Saat aku memutuskan untuk kembali ke kamar, memutuskan untuk melanjutkan tidurku, aku merasa bahwa kau akan menemui ku. Sampai akhirnya surat Al-A'la yang ku jadikan bunyi alarm itu pun berbunyi. Ingin rasanya membanting handphone ku yang telah mengahancurkan pertemuan kita. Lalu saat aku terbangun, aku mendapati sebuah pesan singkat dari dia yang dulu pernah ku bawa ke rumah terakhir mu. Dia yang telah melewati ratusan hari dengan ku, dia yang melihat aku menangis di depan nisan mu saat semua film tentang kita terputar kembali di pikiran ku, dan dia yang selalu menyuruhku untuk mendoakanmu. Padahal tanpa dia suruh pun, aku selalu melakukannya. Aku bangun dengan perasaan kalut yang sangat teramat, beruntung dia menghubungi ku duluan, jadi bisa langsung ku ceritakan apa yang sedang terjadi di diriku.
Aku menceritakan tentang (hampir) pertemuan kita. Lalu dia bilang: "Kata guru ngaji ku, kalo dimimpiin orang yg udah gak ada berarti arwahnya lagi main nemuin kamu". Begitu katanya. Kalau itu benar adanya, makasih mah udah jauh-jauh ke Jogja buat nemuin aku. Mamah gak capek? Kan harus terbang dari Jakarta ke Jogja hehehehe.
Jogja sudah adzan nih mah. Sudah dulu ya surat maya ini. Aku harus segera sholat sehabis itu tidur lagi. Ada kuliah yang harus aku jalani hari ini.
Oiya, setelah perpisahan dengannya,dua tahun kemudian sekarang aku menemukan sosok yang baru. Yang kali ini berbeda dalam segala hal. Doakan kami berjodoh. Bila itu terkabulkan, akan ku bawa 'dia yang baru' ke rumah terkakhirmu. Dan aku yakin, tanpa harus ku perkenalkan padamu, mamah juga udah tau siapa orangnya. Toh berada di langit sana bisa melihat segala yang ada di bumi, bukan? :))
Mah, sering-sering main ke Jogja ya. Sering-sering dateng ke mimpi aku. Bener-bener kangen di peluk mamah, kangen dimarahin, bahkan kangen ngambeknya mamah kalau aku lagi gak mau makan. Heheheheh. Aku tunggu.....di dalam mimpi.
Tadi mamah kemana? Kita sempat (hampir) bertemu meskipun hanya dalam mimpi. Ya semenjak mamah pergi duluan untuk tinggal di langit sana, pertemuan kita hanya sebatas dunia mimpi. Tak apa, kalau lewat itu bisa melepaskan rasa rindu yang kita punya. Tapi, tidak untuk kali ini. Belum sempat kita bertemu, alarm ku sudah berbunyi. Sepagi ini aku benci banget dengan bunyi alarm itu. Kalau saja alarm itu bisa lebih bersabar dan menunda untuk berbunyi, mungkin akan ada sebuah pelukan yang mamah kasih buat aku. Ntah harus dengan kata apa harus ku ceritakan kalau aku kangen sama mamah.
Aku, mamah, papah, dan rumah kita. Iya mimpi ku tadi seakan-akan menjelaskan secara sempurna kalau itu nyata. Aku bangun dari tidur ku, lebih tepatnya tidur di dalam mimpiku. Aku mendengar suara mu, lalu ku putuskan untuk menemui mu. Tapi begitu aku keluar dari kamar ku, tak ada sosok mu yang ku lihat. Disana hanya ada papah. Ku tanyakan padanya: "Pah, mamah mana?". Tapi tak ada jawaban. Papah hanya terdiam, dan mungkin hanya melamun. Lalu ku putuskan untuk mencari mu di tiap sudut rumah kita itu. Tapi tak ada hasilnya. Aku tak berhasil menemukan mu, Mah. Lalu ku putuskan untuk kembali ke kamar.
Saat aku memutuskan untuk kembali ke kamar, memutuskan untuk melanjutkan tidurku, aku merasa bahwa kau akan menemui ku. Sampai akhirnya surat Al-A'la yang ku jadikan bunyi alarm itu pun berbunyi. Ingin rasanya membanting handphone ku yang telah mengahancurkan pertemuan kita. Lalu saat aku terbangun, aku mendapati sebuah pesan singkat dari dia yang dulu pernah ku bawa ke rumah terakhir mu. Dia yang telah melewati ratusan hari dengan ku, dia yang melihat aku menangis di depan nisan mu saat semua film tentang kita terputar kembali di pikiran ku, dan dia yang selalu menyuruhku untuk mendoakanmu. Padahal tanpa dia suruh pun, aku selalu melakukannya. Aku bangun dengan perasaan kalut yang sangat teramat, beruntung dia menghubungi ku duluan, jadi bisa langsung ku ceritakan apa yang sedang terjadi di diriku.
Aku menceritakan tentang (hampir) pertemuan kita. Lalu dia bilang: "Kata guru ngaji ku, kalo dimimpiin orang yg udah gak ada berarti arwahnya lagi main nemuin kamu". Begitu katanya. Kalau itu benar adanya, makasih mah udah jauh-jauh ke Jogja buat nemuin aku. Mamah gak capek? Kan harus terbang dari Jakarta ke Jogja hehehehe.
Jogja sudah adzan nih mah. Sudah dulu ya surat maya ini. Aku harus segera sholat sehabis itu tidur lagi. Ada kuliah yang harus aku jalani hari ini.
Oiya, setelah perpisahan dengannya,
Mah, sering-sering main ke Jogja ya. Sering-sering dateng ke mimpi aku. Bener-bener kangen di peluk mamah, kangen dimarahin, bahkan kangen ngambeknya mamah kalau aku lagi gak mau makan. Heheheheh. Aku tunggu.....di dalam mimpi.
Salam rindu selalu,
dari anak mu yang udah bisa ngendarain motor sekarang,
meskipun cuma motor matic? -.-
Tapi hebat kan, Mah? :D
Komentar
Posting Komentar