Kalau kamu perempuan dan anak pertama.... Kita Sama!
"Nambah adik 1 lagi. Tadinya punya adik cuma 1, tapi sekarang jadi 4. Papah sama ibu umurnya makin tua, sayang aja sih kalau gak bisa jadi anak dan kakak yang baik....."
Kira-kira kayak gitu lah tweet yang gue post di twitter gue. Ya tiba-tiba kepikiran aja, sejak lahirnya little Dara 18 mei kemarin, adik gue nambah satu. Jadi ya...................
..............................................................
Sebelumnya saya anak pertama, sampai ketika usia saya 4 tahun, lahirlah seorang anak laki-laki dari rahim mama Anida, ya itu awal mula saya jadi kakak. Perhatian mama saya mulai terbagi, tidak sepenuhnya untuk saya lagi seperti sebelum saya punya adik. Tidak cuma perhatian mama, perhatian papa saya pun mulai terbagi. Tapi tidak masalah bagi saya, sebab kini saya punya teman bermain, setidaknya tidak kesepian di rumah. Lalu kami sama-sama tumbuh besar, sampai akhirnya ketika saya kelas 4 SD, mama memberitahukan bahwa beliau hamil lagi, itu pertanda saya akan memiliki adik lagi, bukan? Seneng? Iya, banget!
Tapi Allah berkata lain. "Semuanya hanya titipan Allah, dan segala yang dititipkan akan kembali pada-Nya." Mama dan adik (yang sedang dikandung beliau) kembali ke Pemiliknya. Saya bisa apa? Melarangnya? Kalau itu bisa saya lakukan, sudah saya lakukan dari sekitar 12 tahun yang lalu. Ya jadi saya batal punya adik. Tetap punya, hanya satu itu saja. Adik laki-laki saya, Ridho.
Lalu setelah kepergian mama, 8 tahun setelahnya papa ngasih tau kalau punya pacar (lagi). Saya yang tau akan betapa kesepiannya papa tanpa seorang istri, merestui hubungan papa dan pacarnya itu. Tapi ternyata Allah mengganti adik saya yang pergi bersama mama, dengan dua orang adik, yang adalah anak dari pacar papah itu. Pacar papah (ibu Andri) adalah janda cantik dengan dua orang anak. Yang satu perempuan (Eva) dan satu laki-laki (Ara) (kebetulan nama panggilannya sama dngn saya). Setelah papah dan ibu Andri menikah, saya resmi punya 3 orang adik.
Saya tidak pernah membedakan mana adik kandung saya, dan mana adik tiri saya. Di mata saya, mereka semua sama. Sama-sama adik saya. Sekarang Ridho duduk di bangku SMA kelas 2, Eva di bangku SMA kelas 1, dan Ara di bangku SD kelas 4. Ya adik saya masih pada kecil-kecil. Saya doang yang tua. Ya kalau mereka yang tua, mereka yang jadi kakak dong ya -_-.
Dan, Allah Maha Baik. 18 Mei 2013 kemarin lahirlah seorang anak perempuan yang cantik seperti ibu nya, ya kita panggil aja 'little Dara'. Si kecil ini menjadi penambah jumlah adik saya. Jadi sejak post ini saya posting, adik saya ada 4. Ridho, Eva, Ara, dan Dara. Makin keliatan kan betapa tuanya saya..... Saya dan si kecil Dara beda usianya hampir 20 tahun, mungkin bagi orang yang tidak mengenal saya, akan mengira si little Dara ini anak saya. Iya dia anak saya, yang baca ini tolong carikan bapaknya ya.......
..........................................................
Ya jadi gitu, gue makin tua, adik banyak, masih pada kecil-kecil, papah sama ibu juga makin tua, duh merasa berdosa banget kalo gue jd kakak tapi masih semerawut -_-. Ya kita bicara fakta aja lah, kalo papa sama ibu udah enggak ada, mau gak mau yang jadi penanggung jawab utama ke-4 adik gue itu, ya gue lah sebagai kakaknya. "Jadi anak pertama dan perempuan itu bebannya gak sedikit". Sekarang gue mulai menggiatkan program menabung, pokoknya tiap ada pemasukan, itu duit gak boleh ngalir sembarangan, harus ada yang nyangkut dan bertahan sebagai tabungan.
Gue punya hobi, hobi yang semua cewek kebanyakan pasti punya. Apalagi kalau bukan shopping.... Ya shopping menjadi milik hobi untuk cewek-cewek. Gue sadar akan hobi gue yang gak bisa kekontrol itu, tapi baiknya gue, gue sebelum shopping pasti nabung dulu. Jadi siklusnya gini; nabung-tabungan banyak-shopping-tabungan abis-nabung lagi-banyak lagi-shopping lagi-abis lagi-begitu seterusnya. Gue shopping juga bukan buat fashion atau ngegaya kok. Tapi gue shopping ngebeli apa yang gue butuh. Contohnya jam tangan bentuk angrybird yang gue pake kemana-mana. Itu gue beli bukan buat fashion, tapi gue butuh (Ya kali lah butuh jam kok bentuknya angrybird -_-).
Kalo ada yang bilang "Lo berubah, Ra." Oh ya jelas.... Masa gue mau jadi gue yang gitu-gitu aja tanpa perubahan... Kita berubah itu karena keadaan, menyesuaikan dengan waktu dan mengikuti apa yang terjadi, kalo kita gak bisa nyatu sama itu semua, gak akan pernah ada yang namanya hidup. Semoga aja segala perubahan yang terjadi di hidup kita itu perubahan yang bawa kita ke arah yang lebih baik, atau kalau bisa perubahan yang bisa bikin kita jadi pahlawan di tv tv gitu kan, power rangers kek, apa saras 008 gitu, biar kita bisa ikutan masuk tv, mayan kan dapet uang, buat beli jam tangan bentuk angrybird lagi. Hehehehe.
Jadi anak perempuan sekaligus anak pertama itu gak mudah, bebannya gak sedikit, dan harus siap selalu mengalah demi mendahulukan segala kebutuhan untuk sang adik. Tapi kita gak boleh lemah, kita harus tangguh dan bisa jadi contoh yang baik untuk adik-adik kita. Percayalah punya adik banyak itu lebih baik daripada harus jadi anak tunggal, sebab kelak bila sudah tak ada kedua orangtua, setidaknya masih punya adik yang menjadi keluarga. Iya kan? :)
HIDUP KAKAK PEREMPUAN!!! KITA BISAAAA!!!! :D
Jadi anak perempuan sekaligus anak pertama itu gak mudah, bebannya gak sedikit, dan harus siap selalu mengalah demi mendahulukan segala kebutuhan untuk sang adik. Tapi kita gak boleh lemah, kita harus tangguh dan bisa jadi contoh yang baik untuk adik-adik kita. Percayalah punya adik banyak itu lebih baik daripada harus jadi anak tunggal, sebab kelak bila sudah tak ada kedua orangtua, setidaknya masih punya adik yang menjadi keluarga. Iya kan? :)
HIDUP KAKAK PEREMPUAN!!! KITA BISAAAA!!!! :D
Komentar
Posting Komentar