Sebelum 26!

Sebelum 23, ada
Sebelum 24, skip
Sebelum 25, skip


Ntah mengapa bisa-bisanya dua tahun skip untuk menulis padahal rencananya ini mau dijadikan ritual untuk menulis sebelum hari lahir tiba. Ah, biar kita ingat-ingat sebentar apa yang terjadi di dua tahun belakangan itu..

24 tahun, sepertinya saat berulang tahun baru saja putus cinta, eh iya ga sih? Kayaknya sih gitu. Gak tahulah juga, sudah lupa.

25 tahun, nah sepertinya ini nih di tahun ini kemarin sebelum ulang tahun juga putus cinta. Putus melulu kok ya? Ya gimana, usaha sudah tapi ternyata semesta tidak berkata iya, maka berpisah menjadi pilihannya.

Sebelum 26? Apakah malam ini saya sedang merasakan patah hati? Putus cinta? Oh tentu saja tidak. Thanks, God. Yang baru saja terjadi hari ini, sepanjang hari tadi menghabiskan waktu untuk pergi ke bioskop, menonton sebuah film yang harusnya tidak ditonton sih tapi penasaran, jadilah tetap menontonnya. Oh sebentar, sebelum 26 ini bukan patah hati yang menghampiri, tapi sebuah penolakan. Bukan penolakan yang secara terang-terangan sih tapi penolakan yang berdasarkan kesimpulan.

Begini ceritanya:

Dua hari lalu setelah akhirnya berhasil mendapatkan perhatian dari crush, dari sekadar hanya minta followback di akun media sosial, maka memberanikan diri lebih jauh lagi untuk mengajaknya pergi ke bioskop. Demi bumi, langit, merkurius, venus, jupiter, pluto dan seisi angkasa lainnya ini adalah kali pertama yang saya lakukan di sepanjang umur (hampir) 26 tahun ini. Baru kali ini menemukan pria yang luar biasa bikin penasarannya. Tapi ajakan ku berbalas dengan; Sudah berapa banyak yang diajak nonton? Hahaha.
---- Harusnya dia tahu, sebagai manusia yang egonya selangit, gengsinya segunung, ini pencapaian luar biasa bisa memulai duluan. Bisa-bisanya mengajukan pertanyaan seperti itu. Tapi yasudah kita lihat saja nanti apa usia 26 ini dipenuhi cerita dengannya atau dengan dia yang lain? Semoga akan ada banyak waktu yang bisa digunakan tuk menuangkan cerita.

.........................

Saat berada pada angka 17, ku kira itu akan menjadi usia terakhir ku. Benar-benar merasakan kelelahan menjalani cerita hidup yang tidak sekali namun berulang kali tak sesuai dengan apa yang diharapakan. Tapi ternyata, di malam ini, di esok pagi yang kan tiba, bahwa kenyataan berhasil membawa ku pada angka 26. Haruskah berterima kasih? Pastinya. Kepada mereka-mereka yang telah berhasil membawaku sampai di usia ini.

Tuhan,
jangan pernah lelah untuk melihat ku yang kadang sering kali ingin menyerah
jangan pernah marah yang mungkin akan lebih sering lagi melihat ku mengeluh lelah
jangan pernah bosan tuk menyambutku dengan tangis ku
jangan pernah pergi sekalipun mungkin pada suatu hari ku coba tuk menjauh lagi

Maka pada hari esok yang akan tiba, pintaku tetap sama
sama seperti doa-doaku yang selalu ku layangkan pada singgasana-Mu di atas sana

Pada hari esok yang akan tiba, inginku tetap sama
kabulkanlah apa yang akan mereka-mereka panjatkan untuk ku, berikanlah balasan yang indah pada mereka

Dimulai dari esok yang akan tiba
kurangilah sedih ku, sedikitkanlah tangis ku, perbanyak tawa ku dengan mengijinkan mereka tuk tetap berada pada sisi

Segini dulu saja yang bisa ku ketikan sebagai doa, sisanya akan ku sampaikan langsung karena itu ku jadikan sebagai rahasia antar aku dan Engkau sebagai Yang Maha Pencipta.


Paragraf terakhir yang berisikan nama indah mu, Raras Rachma Linda:
Tidur yang cukup! Makan teratur! Senyum yang tulus, jangan dibuat-buat!

Selamat ulang tahun!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tersadar

Penasaran

Untuk Akhir yang Bahagia