Hati, Jangan Sedih Lagi
Maaf, mungkin aku tak bisa menepati janjiku
Untuk tak buat luka lagi pada mu, untuk tak buat mu sedih lagi
Tapi tak banyak yang bisa ku lakukan, bahkan menghalanginya untuk pergi, bukan kuasa ku
Maaf, lagi dan lagi kamu harus terluka padahal luka sebelumnya belum sepenuhnya sembuh
Aku berusaha, menjaga dan tak menginginkannya
Namun lagi lagi dan lagi bukan kuasa ku
Maka terimalah, sakitnya, sekali lagi
Atas apa yang sebelumnya sudah ku lakukan
Hari-hari bahagia, yang mungkin sejenak buat mu lupa apa itu luka
Tapi tak bertahan lama
Semudah itu ia pergi, bahkan tak memberikan peluk perpisahan
Hati, jangan sedih lagi
Sebelumnya kita bisa, bahkan kita sudah meniggalkan segala bayang gelap di belakang
Kita melangkah maju, meski kadang kenangan menghentikan langkah
Mari kita nikmati
Sakitnya, sekali lagi
Menangislah
Tak apa
Itu adalah cara terindah untuk merelakan ia yang pergi
Jangan berharap ia menengok ke kita
Sebab hatinya terlalu keras, sebab egonya tak bisa kita jangkau
Hapuskan ia beserta segala puisi yang berisikan namanya
Ia tak pantas lagi untuk kita senandungkan
Kita iringi derap kakinya yang melangkah semakin jauh
Dengan doa tak ada lagi hati yang ia buat sakit, yang ia buat sedih
Cukup kamu, hatiku.
Untuk tak buat luka lagi pada mu, untuk tak buat mu sedih lagi
Tapi tak banyak yang bisa ku lakukan, bahkan menghalanginya untuk pergi, bukan kuasa ku
Maaf, lagi dan lagi kamu harus terluka padahal luka sebelumnya belum sepenuhnya sembuh
Aku berusaha, menjaga dan tak menginginkannya
Namun lagi lagi dan lagi bukan kuasa ku
Maka terimalah, sakitnya, sekali lagi
Atas apa yang sebelumnya sudah ku lakukan
Hari-hari bahagia, yang mungkin sejenak buat mu lupa apa itu luka
Tapi tak bertahan lama
Semudah itu ia pergi, bahkan tak memberikan peluk perpisahan
Hati, jangan sedih lagi
Sebelumnya kita bisa, bahkan kita sudah meniggalkan segala bayang gelap di belakang
Kita melangkah maju, meski kadang kenangan menghentikan langkah
Mari kita nikmati
Sakitnya, sekali lagi
Menangislah
Tak apa
Itu adalah cara terindah untuk merelakan ia yang pergi
Jangan berharap ia menengok ke kita
Sebab hatinya terlalu keras, sebab egonya tak bisa kita jangkau
Hapuskan ia beserta segala puisi yang berisikan namanya
Ia tak pantas lagi untuk kita senandungkan
Kita iringi derap kakinya yang melangkah semakin jauh
Dengan doa tak ada lagi hati yang ia buat sakit, yang ia buat sedih
Cukup kamu, hatiku.
Komentar
Posting Komentar