Menjadi Orang Tua.

Pekerjaan yang paling sulit adalah menjadi orang tua. Benarkah orang tua adalah pekerjaan? Bekerja untuk siapa? Siapa yang memberikan bayaran atas pekerjaan yang nantinya telah mereka lakukan?

Belajar dari banyak hal. Membaca dari baca cerita. Dan menyaksikan banyak kejadian. Menjadi orang tua adalah pekerjaan yang sulit. Meski tak ada sepeser uang yang didapatkan dari pekerjaan ini, tapi dipertanggung jawabkan kepada Yang Memberi Pekerjaan.

Banyak pengangguran di sana. Sepasang kekasih yang telah resmi hubungannya di mata negara pun agama yang dianutnya, tapi masih ada yang kurang dalam hidup mereka, sebab mereka belum bekerja. Mereka masih mencari, berusaha, dan berdoa untuk dapat mempunyai sebuah pekerjaan. Pekerjaan yang mengaharuskan mereka untuk menjaga, merawat, mengasuh, membimbing, menjadikan apa yang dititipkan kepada mereka sebagi makhluk yang benar-benar baik di muka bumi dan kelak dapat dengan tenang saat dikembalikan kepada Yang Maha Pemberi. Bukankah sulit melakukan semua hal itu?

Orangtua, adalah pekerjaan yang dijalankan oleh seorang ibu dan ayah yang diberi tanggung jawab satu nyawa baru. Mungkin banyak di luaran sana yang tidak hanya memiliki satu. Ada yang punya dua, tiga, empat, atau ada sekalipun yang punya lebih dari 10. Semakin banyak nyawa baru yang diberikan kepada mereka, semakin besar pula pekerjaan yang harus mereka lakukan, tapi kelak akan berbalik semakin banyak pula yang akan bergantian bekerja untuk mereka. Bekerja dalam doa.

Maka janganlah disia-siakan atas pekerjaan yang telah didapatkan. Banyak orang di luaran sana menginginkan itu. Mengapa tidak dijalani dengan penuh rasa syukur dan kesungguhan? Taukah? Bahwa bayaran yang akan diberikan kepada orangtua itu bila kelak mereka sebaik-baiknya melakukan pekerjaan adalah surga. Tiap pekerjaan, apapun itu yang baik akan berbuah pahala sebagai tabungan untuk keberangkatan mereka menuju tempat indah abadi.

Seorang anak. Adalah pekerjaan untuk orangtua. Mereka yang telah mendapatkan pekerjaan itu diberi tanggung jawab sepenuhnya untuk menjaga, merawat, menjadikan anak itu baik, agar kelak bisa berbalik bekerja untuk orangtuanya. Sedari kecil, saat anak itu belum mampu mulutnya untuk berbicara, belum mampu tangannya untuk menggenggam, dan belum mampu kakinya untuk berlari, janganlah dibuat menangis terus-menerus. Itukah pekerjaan kalian? Membuat anak kalian menangis? Maukah kalian kelak dibuat menangis oleh anak kalian saat ia yang mulai bekerja? Jangan sampai.

Gunakanlah kasih sayang dan cinta kasih sebagai alat untuk bekerja. Saat ia beranjak tumbuh besar tambahkan tegas dalam alat kalian saat bekerja. Dan begitu seterusnya tambahkan tambahkan terus alat untuk bekerja; alat yang baik-baik.

Sulit? Memang. Sebab kalian bekerja untuk seorang makhluk hidup, yang punya akal, perasaan, pun naluri. Bukan benda mati yang bisa diperlakukan sesuka hati.

Janganlah dulu menjadi orangtua bilamana belum ada kesiapan untuk menerima pekerjaan itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tersadar

Penasaran

Untuk Akhir yang Bahagia