Jangan Diam.
Semua tentang mu, aku mengerti.
Tapi ada satu darimu yang tak ku pahami, diam mu.
Ayolah sayang, jangan begitu.
Tuhan menciptakan mulut, lidah, gusi dan gigi serta pita suara untuk berkolaborasi agar dapat berkata. Utarakan lah apa yang kamu rasa, jangan sembunyi dalam diam mu, sebab tak tahu aku harus menggunakan kamus apa agar bisa mengerti diam mu itu.
Bila ternyata aku ini yang tak mencapai kata sempurna berbuat salah, maka katakanlah. Jelaskanlah bagian mana dan apa yang salah dari diriku. Namun bila bagimu sulit untuk mengutarakannya secara langsung, tuliskanlah. Sebab tulisan dapat menyampaikan apa-apa yang sulit tersampaikan oleh lisan. Aku akan membacanya dengan teliti, membacanya berulang kali, agar tak lagi diri ini melakukan salah yang sama kembali.
Sayang, janganlah diam. Aku tak suka dirimu yang diam.
Aku suka kamu yang banyak berkata. Aku suka kamu dengan ribuan kelakuan mu yang tak pernah ku duga. Aku suka gelak tawa mu yang ceria. Aku suka semua tentang mu kecuali diam mu. Karena diam mu adalah senjata yang seketika bisa menembakan kepala ku sehingga tak dapat lagi aku berfikir untuk melakukan apapun. Aku tak tahu harus apa, aku tak tahu harus bagaimana, semua karena diam mu.
Kurangilah diam mu, tak suka aku dalam keheningan padahal ada kamu disampingku. Sedih rasanya, nampaknya berdua tapi nyatanya dua ku hanya bersama bayangan, tak ada kamu. Jangan begitu sayang, jangan diamkan aku. Bersuaralah dan buat ramai kebersamaan kita.
I love you.
Tapi ada satu darimu yang tak ku pahami, diam mu.
Ayolah sayang, jangan begitu.
Tuhan menciptakan mulut, lidah, gusi dan gigi serta pita suara untuk berkolaborasi agar dapat berkata. Utarakan lah apa yang kamu rasa, jangan sembunyi dalam diam mu, sebab tak tahu aku harus menggunakan kamus apa agar bisa mengerti diam mu itu.
Bila ternyata aku ini yang tak mencapai kata sempurna berbuat salah, maka katakanlah. Jelaskanlah bagian mana dan apa yang salah dari diriku. Namun bila bagimu sulit untuk mengutarakannya secara langsung, tuliskanlah. Sebab tulisan dapat menyampaikan apa-apa yang sulit tersampaikan oleh lisan. Aku akan membacanya dengan teliti, membacanya berulang kali, agar tak lagi diri ini melakukan salah yang sama kembali.
Sayang, janganlah diam. Aku tak suka dirimu yang diam.
Aku suka kamu yang banyak berkata. Aku suka kamu dengan ribuan kelakuan mu yang tak pernah ku duga. Aku suka gelak tawa mu yang ceria. Aku suka semua tentang mu kecuali diam mu. Karena diam mu adalah senjata yang seketika bisa menembakan kepala ku sehingga tak dapat lagi aku berfikir untuk melakukan apapun. Aku tak tahu harus apa, aku tak tahu harus bagaimana, semua karena diam mu.
Kurangilah diam mu, tak suka aku dalam keheningan padahal ada kamu disampingku. Sedih rasanya, nampaknya berdua tapi nyatanya dua ku hanya bersama bayangan, tak ada kamu. Jangan begitu sayang, jangan diamkan aku. Bersuaralah dan buat ramai kebersamaan kita.
I love you.
Komentar
Posting Komentar