Keenan, Berikan Cinta Lewat Goresan Tangan
Yogyakarta, 5 Februari 2013
Surat cinta ini, untukmu....
Lelaki muda yang hidup dalam alam imajinasi mbak Dewi Lestari ini patut dijadikan angan-angan bilamana jodoh ku kelak seperti ia. Lelaki ini yang menjadi tokoh utama dalam setiap alur cerita yang novel ini kisahkan menjadi pemain yang luar biasa bilamana dikisahkan pandainya lelaki ini mengatur perasaannya sendiri. Lelaki yang punya pendirian kuat dan tak dapat digoyahkan sekali pun badai ombak menerjang pendiriannya. Pendiriannya tetap kokoh apapun yang terjadi.
Ia memiliki niat dan tekad yang kuat untuk menjadikan hobi nya selalu menjadi bagian terpenting dari hidupnya. Meskipun seseorang yang berarti dalam hidupnya, sebut saja Ayahnya menentang, ia tak memperdulikannya. Karena di satu sisi Ayahnya yang menentang, ia punya sisi lain yang mendukung, yaitu Ibunya.
Dan surat ini ada untuknya, bila seandainya ia nyata....
Keenan,
Kamu tau apa yang paling berharga dari hidupmu?
Kemampuan mu. Kemampuan untuk dapat mencurahkan segala bakat mu dalam selembar kertas putih. Kertas putih bersih, kau jadikan tempat untuk berkarya. Melukis apa yang kau rasa hingga tercipta sebuah karya yang memiliki jiwa. Kau hebat, aku jatuh cinta di setiap goresan tanganmu di kanvas putih itu.
Keenan,
Cinta yang kau pendam, bahkan untuk beberapa waktu kau tahan, hanya untuk menjaga perasaan yang lain. Kau hebat, kau pandai menyembunyikan rasa, meski ku tau sulit rasanya menyembunyikan rasa untuk orang yang mungkin ternyata punya rasa yang sama seperti kita.
Keenan,
Selamat untukmu. Karena ternyata apa yang kau kejar, apa yang kau simpan, dan apa yang kau pendam, di akhir ceirta semua itu menjadi nyata. Kau bisa terus menjalani apa yang sudah kau sukai sejak dulu dan kau bisa bersama orang yang kau cintai, meski awalnya banyak hal yang menjauhkan kalian.
Selamat untuk mu dan Kugy... Kalian agen Neptunus yang telah usai menjalankan tugas...
Dari seseorang,
Yang menganggap bila seandainya kau nyata.
perahu kertas :-)
BalasHapus