Ini Untuk Kamu, Iya Kamu.
Yogyakarta, 6 Februari 2013
Kamu boleh sekarang nakal
Bermain-main dan bersenang-senang dengan teman perempuan mu diluar sana
Kamu boleh sekarang umbar cinta
Ke banyak wanita yang setiap hari kau sanjung-sanjung dengan pujianmu
Tapi nanti setelah kamu lelah bermain dan ingin untuk menjalin satu yang pasti
kembali lah padaku
Aku akan jadi rumah
Dimana kamu kembali setelah kamu lelah
Selagi kamu bermain dengan mereka diluar sana, aku disini perbaiki hati
Membenarkan setiap keping yang mungkin hancur oleh luka
Aku berjanji padamu, ku perbaiki setiap kepingnya
Agar ketika kau kembali, nyaman untuk kau tempati
Tanpa harus kau tinggal pergi (lagi)
Aku disini juga belajar, menerima setiap 'kekurangan' yang kau punya
Kurang mu cuma satu, kamu kurang bisa menjaga hatimu
Kamu terlalu baik dengan hatimu, membiarkan ia terisi dengan banyak penghuni
Harusnya hanya satu, dan itu hanya aku
Aku akan menunggu tapi tak bisa pastikan sampai kapan aku menunggu
Aku juga belum yakin, apa aku siap bersama dengan mu atau hanya untuk mampir sebentar saja
Tapi aku rindu, cukupkah itu sebagai bukti aku membutuhkanmu?
Dan aku cemburu, terbakar api dihati saat kamu pergi bersama yang lain
Cukupkah itu jadi bukti, bila nya aku ingin mencoba bersamamu?
Jangan khawatir, mungkin Tuhan belum percaya menitipkan mu padaku
Mungkin Tuhan masih ragu, pikir-Nya aku tak akan bisa menjagamu
Bila nantinya benar aku tak diizinkan memilikimu
Percayalah, aku satu-satunya perempuan yang bisa tersenyum meskipun sakit
Setidaknya aku punya hujan, yang disanalah tangis ku bersembunyi
Semoga, saat kamu datang dan yakin ingin bersama ku
Aku masih menanti
Semoga, saat kamu datang dan siap hanya aku penghuni di hati
Aku masih mau
Dan semoga kamu dan aku bisa menjadi kita tanpa harus ada mereka (perempuan-perempuan mu yang mungkin punya harap lebih kepadamu).
Ya, semoga nanti ntah itu kapan, hanya ada aku, kamu, tanpa mereka.
"Aku dan kamu menjadi kita berada dibawah langit yang sama. Meskipun kini kita tak lagi menyapa, tapi namamu masih ada didalam doa. Semoga kelak bukan hanya sekedar menyapa tapi bisa menjadi cinta"
Komentar
Posting Komentar