Cerita Cinta Lainnya..

          Awalnya karena Aspian. Ya berhubung kita punya hobby yang sama yaitu sama sama suka baca, jadi apapun yang dia baca saya pasti keikutan pengen baca. Atau yang paling bikin nyesek tuh, kalau ada novel yang pengen banget saya beli eh dia udah punya, ya untungnya sih jadi saya gak usah susah-susah beli dan minjem aja. Ujung-ujungnya kan bisa dijadikan hal milik HAHAHAHHAHA *enggak babang becanda aja-_-

          Jadi awalnya itu dia ngetweet gini "Ternyata kisah cinta Laila&Majnun itu........". Tunggu,,, sebelum ngetweet itu, kalimat itu udah saya baca sebelumnya di pm status bbmnya. Lalu dengan rasa kepo yang menggebu-gebu saya penasaran apa yg baru dibaca cowok ini. Sampe segitunya dimana mana dia update. Dan berhubung kalau udah penasaran, hal yang pertama saya lakuin adalah googling. Yuhuuu itu adalah cara paling mudah untuk mengatasi rasa penasaran yang berlebih.

          Sesudah gooling dengan memasukan keyword "Laila dan Majnun" muncullah blog ini >>> Laila dan Majnun <<< di Blog itu terkuak semua cerita tentang Laila dan Majnun. Oh my God saya baca ini tanpa mengedipkan mata tapi masih ingat untuk bernapas untungnya. Setelah baca itu, dulu saya kira Romeo&Juliet adalah cerita cinta terbaik, tapi sekarang cerita cinta terbaik ada dalam Laila dan Majnun yang bersatu ketika raga tak dapat menyatu. Penasaran? Baca sendiri yah.

***********************

          Berikut ini saya akan meng-copas beberapa kalimat kalimat yang bikin hati terenyuh, bikin dada sesek dan ngarep ngarep andai ada orang macem gini dalam hidup kita hehehehe. Sumbernya masih dari alamat blog yang diatas. Selamat menikmati......

Doa ibu dan bapaknya Majnun sebelum mereka punya anak (Majnun):
"Wahai Segala Kekasih, jangan biarkan pohon kami tak berbuah. Izinkan kami merasakan manisnya menimang anak dalam pelukan kami. Anugerahkan kepada kami tanggung jawab untuk membesarkan seorang manusia yang baik. Berikan kesempatan kepada kami untuk membuat-Mu bangga akan anak kami.”

Doa Majnun di depan altar kakbah: 
“Wahai Yang Maha Pengasih, Raja Diraja Para Pecinta, Engkau yang menganugerahkan cinta, aku hanya mohon kepada-Mu satu hal saja,Tinggikanlah cintaku sedemikian rupa sehingga, sekalipun aku binasa, cintaku dan kekasihku tetap hidup.”

Kata Majnun sambil bersimbuh di kaki ayahnya dan menangis:
“Wahai ayah, ampunilah aku atas segala kepedihan yang kutimbulkan pada dirimu. Tolong lupakan bahwa engkau pernah mempunyai seorang anak, sebab ini akan meringankan beban kesedihan ayah. Ini sudah nasibku mencinta, dan hidup hanya untuk mencinta.” 

Kata Laila yang akan di jodohkan dengan orang yang tidak ia cintai:
“Aku lebih senang mati ketimbang kawin dengan orang itu.”

Kata Laila kepada suaminya (bukan Majnun) yang tidak pernah ia cintai::
“Aku tidak akan pernah menjadi seorang istri,” katanya. “Karena itu, jangan membuang-buang waktumu. Carilah seorang istri yang lain. Aku yakin, masih ada banyak wanita yang bisa membuatmu bahagia.”

Isi surat Laila kepada Majnun:
“Dalam hidupku, aku tidak bisa melupakanmu barang sesaat pun. Kupendam cintaku demikian lama, tanpa mampu menceritakannya kepada siapapun. Engkau memaklumkan cintamu ke seluruh dunia, sementara aku membakarnya di dalam hatiku, dan engkau membakar segala sesuatu yang ada di sekelilingmu. Kini, aku harus menghabiskan hidupku dengan seseorang, padahal segenap jiwaku menjadi milik orang lain. Katakan kepadaku, kasih, mana di antara kita yang lebih dimabuk cinta, engkau ataukah aku?."
Laila meninggal:
Pada suatu malam di musim dingin, dengan matanya tetap menatap pintu, ia pun meninggal dunia dengan tenang sambil bergumam, Majnun…Majnun. .Majnun.

Majnun meninggal:
Ketika tidak ditemukan cara lain untuk meringankan beban pernderitaannya, perlahan-lahan ia meletakkan kepalanya di kuburan Laila kekasihnya dan meninggal dunia dengan tenang. Jasad Majnun tetap berada di atas kuburan Laila selama setahun. Belum sampai setahun peringatan kematiannya ketika segenap sahabat dan kerabat menziarahi kuburannya, mereka menemukan sesosok jasad terbujur di atas kuburan Laila. Beberapa teman sekolahnya mengenali dan mengetahui bahwa itu adalah jasad Majnun yang masih segar seolah baru mati kemarin. Ia pun dikubur di samping Laila. Tubuh dua kekasih itu, yang kini bersatu dalam keabadian, kini bersatu kembali.

*********************

HAAAAAAHHHHHHH....... Sprachlos banget. Jadi gak bisa berkata apa-apa. Ada gitu yah kisah cinta sampe segitunya, Duh.. Yaudah yang penasaran sama ceritanya baca sendiri aja yah. Nyesel loh kalo gak tau secara lengkap isi ceritanya. Selamat membaca :)))

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tersadar

Penasaran

Untuk Akhir yang Bahagia