Tersadar

Ada satu masa, di mana rasanya senang sekali menyalahkan diri sendiri.

Menyakitinya hingga air mata tumpah. Padahal bukan aku yang salah, tapi tak mengapa, itu salah ku.


Kemudian sampai di suatu waktu, ketika perasaan itu kembali datang. Perasaan di mana aku merasa tak bersalah, tapi tak mengapa itu salah ku, membuat isi pikiran ku terus mengulangi apa yang hati ku rasa. Bukan aku yang salah, tapi tak mengapa, itu salah ku. Lalu aku menarik napas lebih dalam. Menikmati tiap aliran oksigen yang berjalan menuju jantung dan paru-paru. Menutup mata ku rapat-rapat, sampai tiba kalimat itu terucap di bibir ku:

"bukan salah ku. Aku tak melalukan apapun. Itu salah mereka, mereka yang melakukan, kesalahan ada pada mereka."

Lega sekali rasanya. Isi pikiran ku bisa sama seperti kebanyakan orang. Aku tak lagi menghakimi diriku sendiri, saat ini aku bebas, saat ini tak lagi aku menyalahkan diri.

Oh seperti inikah yang mereka maksud? Untuk sadar bahwa tak banyak hal yang bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita mau, bahwa tak banyak orang yang bisa kita atur untuk tak melakukan kesalahan apapun, bahwa tak ada waktu yang mundur, semua maju, karena berlomba menuju akhir yang belum ada satu pun manusia yang tahu, akan seperti apa. Bahwa berbuat kesalahan itu wajar, manusia, bukan hanya aku yang bisa melakukan kesalahan, maka tugas ku kini menerima, bahwa mereka pun bisa melakukannya.


Terima kasih untuk kali ini tak lagi menyalahkan diri sendiri.

Semoga bertahan lama, agar tak terus perasaan mu kau abaikan.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penasaran

Untuk Akhir yang Bahagia